Sunday, October 30, 2011

Polres Badung Ungkap Pencurian Pretima

[ Sabtu, 04 September 2010 ]
Polres Badung Ungkap Pencurian Pretima
MANGUPURA - Kasus pencurian pretima (benda suci umat Hindu) yang selama ini gelap akhirnya terkuak. Salah seorang penadah benda itu ternyata orang asing berkebangsaan Italia, Roberto Gamba.

Keberhasilan Buser Polres Badung mengungkap kasus yang meresahkan umat Hindu di Bali tersebut berawal dari penggerebekan Vila Marisa di Jalan Mumbak Sari, Banjar Uma Alas, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Penggerebekan berlangsung Kamis pukul 18.00 (2/9).

Rupanya, warga sudah lama curiga vila itu dijadikan tempat menampung pretima hasil curian. Karena itu, saat mendengar polisi menggerebek Vila Marisa, warga beramai-rama datang dengan penuh amarah.

Bahkan, ada yang berniat membakar vila yang ditempati bule Italia tersebut. Sejumlah orang datang dengan membawa obor. Untung, polisi berhasil meredam kemarahan warga.

Dari vila itu, polisi mengamankan 110 pretima berbagai bentuk. Ada yang berupa patung atau arca, ada juga 16 kain Bali bergambar. Polisi juga menangkap Roberto dan lima orang lokal. Mereka adalah Komang Oka, Rai Kembar Sukarja, Wayan Wardana, Gusti Made Lanang, dan Bajra. Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah pretima tembaga, lontar, pis bolong, serta pretima berbentuk patung yang diduga diperoleh dari Klungkung.

Kapolres Badung AKBP Dwi Suseno mengatakan, polisi mengamankan Roberto karena menemukan pretima di vila tempatnya menginap. ''Info itu kami cek silang. Ternyata benar. Dalam penggeledahan rumah Roberto, kami temukan 110 pretima," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Badung AKP Soma Adnyana saat menggelar kasus tersebut kemarin (3/9).

Ditambahkan, Roberto mengaku mendapatkan pretima tersebut dari lima orang. Mereka adalah Komang Oka, Rai Kembar Sukarja, Wayan Wardana, Gusti Made Lanang, dan Bajra. Berdasar itu, polisi segera menangkap kelima orang itu. ''Mereka kami amankan di Klungkung, Nusa Penida, dan Sukawati," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Badung AKP Soma Adnyana menambahkan, dari bule Italia dan lima orang itu pula, polisi mengorek informasi dari mana pretima tersebut dicuri. Sejak 2008, sedikitnya 34 pura telah dibobol. Dari sana didapatkan 127 arca, 12 lontar, 1 prasasti tembaga, dan 35 ribu uang kepeng.

Roberto mengaku membeli pretima itu seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta sebuah. ''Soal kemungkinan pretima itu dijual lagi ke luar negeri, kami masih mengembangkan,'' tegasnya. (pan/jpnn/c3/soe)

Saturday, October 29, 2011

Pemblokiran Janggal Kartu Kredit Citibank

Surat Pembaca
CITIBANK

Jumat, 3 September 2010 | 16:04 WIB

Saya pemegang kartu kredit CITIBANK Gold dengan nomor 4541-7800-17xx-xxxx pada tanggal 31 Maret 2010 lalu Jam 18.30 mengalami kehilangan dompet di kendaraan umum di sekitar LTC Lindeteves Jalan Hayam Wuruk.Langsung saya menghubungi call centre CITIBANK saat itu diterima oleh petugas bernama Sdr. Bernard dan setelah mengkonfirmasi data-data pribadi saya lalu dikatakan oleh Sdr.Bernard saat itu sedang ada transaksi yang terjadi di CAREFOUR Duta Merlin sejumlah 5.400.000 dan 2.717.000. Kemudian saya minta untuk dibatalkan karena bukan transaksi yang dilakukan oleh saya.Oleh Sdr.Bernard dikatakan sudah dilakukan pemblokiran saat itu saya meminta nomor pemblokiran tetapi di jawab tidak perlu.Setelah itu saya kembali menghubungi kembali Call Centre CITIBANK diterima oleh petugas bernama Sdr. Irfan saya menceritakan kembali dan melakukan konfirmasi untuk memastikan tidak ada pemakaian dan dijawab oleh sdr. Irfan tidak ada pemakaian.Ternyata sewaktu tagihan saya terima terdapat 2 transaksi sejumlah 5.400.000 dan 2.717.000 yang seharusnya sudah dilakukan pemblokiran dan yang lebih membingungkan dikenakan biaya over limit sebesar 75.000 yang seharusnya jika terdapat over limit atau transaksi yang di luar kebiasaan pemakaiaan saya seharusnya pihak CITIBANK menghubungi saya untuk konfirmasi tetapi saat itu saya tidak dihubungi sama sekali. Lalu saya ingin mengajukan keberatan atas tagihan tersebut saya pergi ke kantor pusat CITIBANK untuk bertemu petugas layanan konsumen tetapi alangkah kecewanya saya tidak dipertemukan, tetapi hanya berbicara di telepon dengan petugas Sdri Tammy.Alasan yang diberikan adalah saya terlambat melapor 10 menit dengan waktu transaksi dilakukan padahal harus melalui prosedur pengecekan identitas yang cukup memakan waktu, kemudian saya ingin memeriksa tanda tangan yang tertera di slip transaksi, tetapi oleh petugas dikatakan agar saya memeriksanya di CAREFOUR sungguh jawaban yang sangat janggal menurut saya. Beginikah pelayanan yang diberikan pihak CITIBANK kepada konsumen yang sangat mendambakan keamanan dalam melakukan setiap transaksi? Sungguh sangat mengecewakan pihak CITIBANK berkali-kali hanya menawarkan penyelesaian dengan cicilan tanpa bunga yang saya tolak karena saya tidak melakukan transaksi seperti yang telah dibebankan kepada saya.
NG JAN NJOEK
JL. KEMENANGAN GG. CIGUNI No. 44
JAKARTA BARAT

Friday, October 28, 2011

10 REASONS IT WOULD RULE TO DATE A UNICORN


dodolly:










nuf said.

jalan dah selai diperbaiki


  • jalur banjrnegara -wonosobo sore tadi udah mulai rame,jalan udah lebar jadi hati 2x jalan lebar hot mix jangan memaju kendaraan anda dgn kecpatan tinggi........By: must goen At: banjarnegara On 04/09/2010 01:12:45
    Sabtu, 4 September 2010 | 01:12 WIB — Sent via Web
  • tangerang padat merayap

    arah serpong menuju pamulang lalu lintas padatBy: yanuar At: tangerang On 03/09/2010 19:21:27
    Jumat, 3 September 2010 | 19:21 WIB — Sent via Web
  • perempatan viktor bikin macet terus

    kepada pemda tangsel kapan ya mau membenahi perempatan viktor bikin macet terus*muhammad
    Kamis, 2 September 2010 | 21:16 WIB — Sent via SMS
  • Kecelakaan di Daan Mogot Raya

    Kejadian berlangsung sekitar jam 17.30 WIB di Jl. Daan Mogot KM 17,2. Korban kecelakaan adlh seorg wanita umur skitar 25-35th. Kurang jelas d tabrak atau tergelincir jatuh. Korban mngalami pendarahan d daerah kepala. Hati" lah selalu jikalau brkendara,apalagi musim mudik skrg in.Rawan kecelakaan.By: Arifin At: Jakarta On 01/09/2010 22:25:41
    Rabu, 1 September 2010 | 22:25 WIB — Sent via Web
  • JALAN RUSAK PARAH !!!!

    Jalan Raya TANAH BARU RUSAK PARAH,, hal ini berbeda dengan Jalan dari POMAD ke Pintu Masuk Ring Road Setul yang sudah Mulus,,berbeda dengan jalan dari CIMAHPAR - TANAH BARU Rusak Total, terkesan Pemerintah terkait bekerja SETENGAH HATI..!!! Menyebabkan Lumpur di Waktu HUJAN dan Berdebu diwaktu Kering...Tolongsupaya ditindaklanjuti...Kenapa Kerjanya setengah Hati..Padahal waktu Peresmian Tol oleh SBY jalan dirapikan...Skrg kesannya diCuekin,..???? Apa yang terjadi.....???By: Melki Tanah Baru At: Bogor On 31/08/2010 13:06:46
    Selasa, 31 Agustus 2010 | 13:06 WIB — Sent via Web
  • Container hantam rumah

    Sebuah container, menghantam sebuah rumah yang mengakibatkan rumah tersebut rusak parah karena bagian depan container menerobos masuk dalam rumah. Kecelakaan ini tidak ada korban jiwa, namun kerugiannya sekitar ratusan juta.
    Selasa, 31 Agustus 2010 | 08:47 WIB — Sent via Mobinity
  • Liburan ke Danau Toba

    Objek wisata Danau Toba memang sudah banyak diketahui oleh semua orang. Danau terbesar di Indonesia ini merupakan objek wisata terkenal di sumut. Bukan hanya keindahan alamnya saja, melainkan budaya dan wisata kulinernya juga patut diacungi jempol.
    Selasa, 31 Agustus 2010 | 08:38 WIB — Sent via Mobinity
  • Air terjun Sipiso piso SUMUT

    Liburan sudah dekat, nggak ada salahnya ngunjungin salah satu objek wisata yang ada di sumatera utara yaitu air terjun sipiso piso. Tingginya kira kira 30 meter.
    Selasa, 31 Agustus 2010 | 08:33 WIB — Sent via Mobinity
  • Reuni Akbar SMAN 4 Bandung Angkatan 94

    Diberitahukan kepada para alumni SMAN 4 Bandung Angkatan 1994, Anda diundang untuk mengikuti Reuni Akbar "Funtastic 4 Reunion" yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 September 2010, di Kampus SMAN 4 BDG, Jl. Gardujati 20 Bandung, pukul 09.00-17.00. Informasi pendaftaran dapat dilihat di http://alumnisma4bdg94.net/, atau facebook grup SMA4 Bdg 94. Anda juga dapat mendaftarkan diri secara langsung melalui Contact Person berikut ini : Heri ( 081905042721 ), Ricky ( 085888906060 ) dan Merry ( 081322839711 ).Kehadiran rekan-rekan sangat ditunggu. By: Asep Candra At: Tangerang On 31/08/2010 07:49:42
    Selasa, 31 Agustus 2010 | 07:49 WIB — Sent via Web
  • Jl. P. Antasari padat merayap

    Jl. P. Antasari padat merayap arah TB Simatupang, arah sebaliknya lancar.By: Kris Triyantio At: Jakarta On 30/08/2010 15:04:13
    Senin, 30 Agustus 2010 | 15:04 WIB — Sent via Web

Thursday, October 27, 2011

Kesebelasan nasional Perancis dipaksa menyerah 0-1

Ayam Jago" KO, "Der Panzer" Seret Gol
Sabtu, 04 September 2010 | 04:10 WIB
PARIS, KOMPAS.com - Kesebelasan nasional Perancis dipaksa menyerah 0-1 oleh Belarusia pada laga kualifikasi Piala Eropa 2012, Jumat (3/9/2010). Pada pertandingan lain, Jerman juga harus bersusah payah mencetak kemenangan 1-0 atas Belgia.

Pertandingan Perancis dan Belarusia sebetulnya berlangsung terbuka dan sengit. Namun, performa barisan belakang dan kiper masing-masing, membuat pertandingan tak menghasilkan solusi, sampai Hugo Lloris dipaksa memungut bola dari gawangnya oleh Sergey Kisliak  pada menit ke-86.

Selama 90 menit, Perancis menguasai bola sebanyak 53 persen dan menciptakan enam peluang emas dari 14 usaha. Adapun, Belarusia melepaskan tiga tembakan akurat dari enam percobaan.

Dari Stadion Koning Boudewijn, Brussels, runner-up kedua Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Jerman juga kesulitan menciptakan peluang dan beberapa kali terancam. Tawar-menawar itu dituntaskan oleh gol semata wayang Miroslav Klose pada menit ke-51.

Selama pertandingan, Jerman menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan empat tembakan tepat ke gawang dari delapan percobaan. Sementara itu, Belgia menciptakan lima peluang emas dari delapan usaha.

Wednesday, October 26, 2011

When we rebuilt our porch

Green Home Improvement Tip No.2

Use Recycled Materials

When we rebuilt our porch (a horrendous 70's mess which was falling over), we bought some lovely reclaimed brick from a salvage yard. They were four times as expensive as standard brick, but only a bit more expensive than 'aged' new bricks, and they look much nicer than either. From an eco-living point of view, reclaiming the bricks only used about 11% of the energy to make new bricks. This is fairly typical for recycled or reclaimed building materials. The roof tiles were recovered from the previous porch, so cost nothing in environmental (or economic!) terms.

As I mentioned before, the brickie hated working with them as they were quite uneven. He got off lightly though, as we didn't make him use lime mortar. Unfortunately this means that when our house is demolished, the bricks will be extremely difficult to recover once again - an oversight on our part.

Tuesday, October 25, 2011

Now this is fairly standard

In Denial or In Cahoots?

There's been a bit of a bust up in the wonderful world of climate change denial this week. First George Monbiot alleges in his new book that most of the 'institutes' generating reports saying that climate change may not be happening, or that it is part of a natural cycle, are actually PR front organisations set up and funded by big business. Initially they were funded to cast doubt on the link between passive smoking and cancer, but now, showing remarkable versatility, have become experts on climate science. The funding is alleged to be in the order of £1.5billion and the results are often quoted by Melanie Phillips in the Daily Mail, David Bellamy and others in their campaigns against "political correctness gone mad".

Now this is fairly standard stuff from George M, but the Royal Society then weighed in, writing to Exxon-Mobil asking them to stop funding these groups. The big oil company got sniffy and retorted they now believe that climate change is man-made and that they've stopped funding such companies this year.

Progress of a sort, I suppose...