Friday, September 30, 2011

Polda Terjunkan 280 Brimob di Sepanjang Jalur KA di Jatim

[ Minggu, 05 September 2010 ]
Polda Terjunkan 280 Brimob di Sepanjang Jalur KA di Jatim
Kapolda Ingatkan Waspada Kejahatan Gendam

SURABAYA - Polda Jatim meningkatkan kewaspadaan dalam pengamanan arus mudik kereta api (KA). Untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan KA selama masa Lebaran, polda menerjunkan 280 anggota Brigade Mobil (Brimob).

Para personel Brimob itu diinstruksi mengawasi keamanan rel di sepanjang jalur KA di Jatim. Baik itu jalur selatan (yang melintas antara Madiun-Surabaya-Banyuwangi) hingga jalur utara (Surabaya-Tuban). "Selain pengamanan reguler yang kami lakukan, pengamanan rel kereta api ini merupakan salah satu fokus baru pengamanan kami," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti dalam inspeksi mendadak (sidak) pengamanan Lebaran di Stasiun Pasar Turi kemarin siang (4/9).

Ketika bertugas menyisir rel, para Brimob tersebut dibagi menjadi 10-15 tim. Setelah berjalan beberapa kilometer, satu tim akan digantikan regu lainnya sehingga berjalan estafet. "Jadi, tidak terasa jauhnya," ucap jenderal polisi bintang dua itu.

Menurut Kapolda, pengamanan rel KA dilakukan karena sering terjadi tindak pencurian besi baja, mur, atau tuas-tuas rel KA. Selama ini, besi dan tuas rel KA memang kerap dicuri tangan jahil. Mur dan rel besi tersebut bernilai mahal karena terbuat dari baja murni. Padahal, pencurian mur dan rel bisa membuat kereta rentan anjlok serta berpotensi mengakibatkan korban jiwa. "Makanya, meski sepele, konsekuensinya sangat berarti bagi penumpang kereta," tutur orang nomor satu di jajaran kepolisian Jatim itu.

Dalam kesempatan tersebut, Badrodin berdialog dengan sejumlah penumpang KA. Mantan Kapolres Surabaya Timur itu mengingatkan calon penumpang untuk waspada terhadap copet dan kejahatan gendam. "Bersikap hati-hatilah terhadap orang yang baru dikenal. Juga jangan gampang langsung memakan atau meminum makanan atau minuman yang ditawarkan mereka," tambah jenderal lulusan terbaik Akpol 1982 tersebut.

Di bagian lain, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Coki Manurung yang turut mendampingi Kapolda mengatakan, pihaknya mengerahkan semua personel untuk pengamanan Lebaran ini. "Selain perbankan dan pusat perputaran uang, kami fokus pada tempat hiburan dan permukiman," ucap orang nomor satu di jajaran kepolisian Surabaya itu.

Menurut Coki, selain ketahanan kampung yang terbina sejak Lomba Ciptakan Kampung Aman (LCKA) dimulai, dilakukan patroli rutin di permukiman penduduk. "Di tempat hiburan dan konsentrasi massa, seperti di mal, kami juga telah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan. Kami mengerahkan semua personel dan all-out mengamankan Lebaran ini," tandas mantan Dirnarkoba Polda Jatim tersebut. (ano/c9/aww)

Tekan Lorenzo, Pedrosa Rebut Pole Position MotoGP San Marino

[ Minggu, 05 September 2010 ]
Tekan Lorenzo, Pedrosa Rebut Pole Position MotoGP San Marino
MISANO - Semangat pantang menyerah ditunjukkan Dani Pedrosa. Tertinggal 68 (251-183) poin dari Jorge Lorenzo dengan tujuh seri tersisa MotoGP 2010 tidak membuat dia patah semangat. Pedrosa terus tampil maksimal untuk meneror sang pemuncak klasemen.

Kemarin (4/9) Pedrosa merebut pole position MotoGP San Marino di Sirkuit Misano. Pedrosa membukukan waktu tercepat 1 menit 33,948 detik. Pembalap Repsol Honda itu unggul 0,308 detik dari Lorenzo.

"Saya ngotot merebut posisi (start) terdepan, karena saya sadar dua tikungan pertama sangat sempit. Saya tidak mau berisiko mengalami tabrakan masal (saat start dalam lomba hari ini, Red)," kata Pedrosa sebagaimana dilansir Autosport.

Kemenangan memang tidak menjamin Pedrosa akan menggusur Lorenzo. Bahkan, Lorenzo tetap jadi juara dunia jika selalu finis ketiga meski Pedrosa selalu menang.

Namun, konsistensi Pedrosa yang pekan lalu menang di Indianapolis bakal memberikan tekanan kepada Lorenzo. Sebab, bukan tidak mungkin dalam sisa lomba Lorenzo tertimpa sial sehingga gagal menuai poin. Jika itu terjadi, peluang Pedrosa langsung terbuka.

Bagi Pedrosa, sukses kemarin adalah pole keempat selama musim ini. Bukti bahwa Pedrosa begitu all-out untuk merebut pole position adalah dia baru membukukan catatan waktu tercepat saat sesi kualifikasi tersisa empat menit saja. Lorenzo sempat berjuang untuk mengejarnya. Namun, dia tidak berhasil.

Dominasi Pedrosa di sesi kualifikasi itu merupakan lanjutan dominasi yang ditunjukkannya di sesi latihan sehari sebelumnya. Meski Lorenzo sempat menunjukkan kecepatan di sesi latihan terakhir, Pedrosa mendapat peningkatan yang baik sejak awal kualifikasi.

Lorenzo mengakui kesulitan mengejar catatan waktu Pedrosa saat kualifikasi. Power Honda terbukti menjadi senjata ampuh untuk menaklukkan Misano. Karena itu, Lorenzo menganggap selisih waktu 0,3 detik di kualifikasi sudah cukup baik baginya untuk pertarungan di balapan.

"Bagaimanapun, motor kami bukanlah yang tercepat (di lintasan lurus). Saya kira kami bisa meraih keuntungan saat tikungan. Jadi, kami punya motivasi untuk besok (balapan),'' tambah pembalap asal Spanyol itu.

Barisan terdepan start di Sirkuit Misano bakal dilengkapi pembalap Ducati, Casey Stoner. Stoner memperoleh catatan waktu terbaik dengan cukup dramatis. Setelah sempat menguasai awal sesi, dia terjatuh. Ketika kembali lagi ke lintasan, dia masih kompetitif hingga sesi kualifikasi usai.

Sementara itu, jagoan tuan rumah Valentino Rossi harus puas start dari posisi keempat. Baru pulih dari patah kaki kanan dan cedera bahu sepertinya menyisakan hambatan untuk pembalap berjuluk The Doctor itu. Namun, dia tetap tidak bisa diremehkan dalam persaingan juara karena punya pengalaman hebat di Misano. Dalam dua tahun terakhir dia adalah pemenang di sana. (ady/c2/ang)

---

HASIL KUALIFIKASI MOTOGP SAN MARINO

1. Dani Pedrosa, Repsol Honda 1 menit 33,948 detik

2. Jorge Lorenzo, Fiat Yamaha 1:34,256

3. Casey Stoner, Marlboro Ducati 1:34,397

4. Valentino Rossi, Fiat Yamaha 1:34,470

5. Ben Spies, Tech 3 Yamaha 1:34,472

6. Randy de Puniet, LCR Honda 1:34,751

7. Colin Edwards, Yamaha Tech 3 1:34,782

8. Andrea Dovizioso, Repsol Honda 1:34,826

9. Marco Simoncelli, Honda Gresini 1:34,934

10. Marco Melandri, Honda Gresini 1:35,018

11. Loris Capirossi, Rizla Suzuki 1:35,096

12. Hector Barbera, Aspar Ducati 1:35,259

13. H. Aoyama, Interwetten Honda 1:35,286

14. Nicky Hayden, Ducati Marlboro 1:35,303

15. Aleix Espargaro, Pramac Ducati 1:35,438

16. Alvaro Bautista, Rizla Suzuki 1:35,629

17. Mika Kallio, Pramac Ducati 1:35,724

 
HALAMAN KEMARIN

Thursday, September 29, 2011

Pemain Prancis Pasrah Jadi Sasaran Amarah

[ Minggu, 05 September 2010 ]

HUBUNGAN timnas Prancis dengan suporternya tak lagi mesra. Itu tak lepas dari hasil buruk yang dicapai Les Bleus -julukan Prancis- di Piala Dunia 2010. Nah, sikap tak mesra tersebut makin terlihat di laga kemarin dini hari WIB (4/9), ketika Laurent Blanc dan pasukannya dipermalukan Belarusia.

Sejatinya, perilaku publik tuan rumah sepanjang laga yang dihelat di Stade de France itu cukup simpatik. Mereka datang ke lapangan sambil membawa bendera Prancis berukuran mini. Nyanyian Allez, Les Bleus! juga selalu berkumandang. Meskipun sampai sepuluh menit jelang akhir pertandingan, Prancis belum juga bisa mencetak gol.

Nah, fans berubah beringas ketika gawang Hugo Lloris justru kebobolan oleh gol Sergey Kisliak. Mereka pun kompak meneriakkan hujatan dan makian. Mereka tak peduli meski Presiden Nicolas Sarkozy dan pejabat tinggi Prancis lainnya menonton di tribun kehormatan. Ketika pemain meninggalkan lapangan, suporter masih tinggal beberapa lama untuk mengekspresikan kekecewaan.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua yang telah datang ke stadion untuk mendukung kami," kata Florent Malouda yang ditunjuk sebagai kapten Prancis sebagaimana dilansir Guardian. "Kami bisa mengerti kalau fans bersikap begini. Memang ini hasil yang sangat buruk, sungguh disayangkan," lanjutnya.

"Kami naif membiarkan Belarusia mencetak satu gol pada menit-menit akhir. Tidak ada yang pantas dijadikan alasan atas kekalahan ini. Kami semua mestinya bermain seperti profesional, tak peduli masih berstatus debutan atau sudah punya seratus caps," tambah gelandang Chelsea itu.

Kecaman berlanjut di luar stadion. Hampir seluruh media Prancis menjadikan kekalahan Prancis sebagai berita utama. Media juga mengkritisi loyonya penampilan Prancis. Harian L'Equipe, misalnya, bahkan menyebut kekalahan dari Belarusia sebagai malapetaka.

"Kami paham kalau fans menyesali kekalahan ini. Bagi kami pun, ini adalah tamparan telak," kata bek Bacary Sagna kepada Reuters. (na/c9/bas)

Wednesday, September 28, 2011

ngebacot bukan CERAMAH


kalo kita sebagai anak SMA yang udah masuk semester akhir, dimana di depan kita itu Ujian semua. Dari ujian praktek, ujian sekolah, ujian nasional, sampe ujian saringan masuk perguruan tinggi. Dikelas 3 ini kita pasti mikir, kuliah kitaa dimana? jurusan apa? bagusnya apa ya? ya.. mungkin juga udah ada yang dari dulu-dulu mikirin mau kuliahnya dimana. Bagi beberapa orang yang sudah jelas tujuan dan arah dia, dia pasti ga bingung lagi buat nentuin ‘oh fix gue masuk sini aja nih cool, gue bangetlah’ tapi buat anak SMA kelas 3 yang GAK JELAS arah tujuan dia, ya.. seperti saya ini bisa dibilang bukan “GAK JELAS” tapi lebih ke saya kurang memikir kan hal yang sempit ato lebih khusus kaya anak yang udah jelas barusan, saya mikirin segala sesuatunya dari yang penting sekali, penting, tidak terlalu penting, dan sangat tidak penting sampai akhirnya di cap anak SMA yang “GAK JELAS” barusan.
Dari segi pelajaran, ya bisa dibilang saya golongan menengah bawah, kenapa? saya jarang belajar, jarang juga latihan soal, tapi kerap ada ulangan bawaannya adalah SANTAI. Dan setelah ulangan itu baru saya mengerti soal itu, sehingga sering kali saya mengerti jika telah remedial dan dapet nilai yang pas-pas an. Bukan suatu ke banggan bagi orang-orang seperti saya ini menceritakan kebodohannya untuk di publikasikan. Tapi ini cuma suara hati yang ingin disampaikan, bahwa orang seperti saya ini bukan lah orang terpandang melainkan orang di PANDANG, walopun sebelah mata saja.
Apakah anda tau? anak-anak SMA barusan yang dikatakan punya arah, tujuan, dan jelas tadi akan bertanya lagi di tempat kuliah ? saya pikir dia pasti memikirkannya 3 kali. Pertama, pada saat dia SMA dia sudah memikirkannya matang masuk perguruan tinggi bonafit pastinya itu suatu pemikiran yang pasaran di kalangan anak SMA pastinya. Kedua, pada saat dia sudah masuk perguruan tinggi itu dia pasti bertujuan lagi, ‘saya harus kejar IP saya jangan sampe dapet c/b usahakan A, betul ? dan yang Ketiga, pada saat dia akan menjelang smester skhir dan dia akan memulai skripsinya pasti dia akan berfikir lagi, ‘tujuan skripsi saya apa?’, ‘setelah lulus saya mau kerja apa?’ akan banyak pertanyaan yang timbul bagi orang-orang yang memiliki visi dan misi dalam hidup nya.
Dan kalo dipikir dengan logika anak SMA, seperti saya ini orang yang ber visi dan ber misi itu bukan lah orang yang terbaik. Dia memikirkan segalanya itu dengan rinci, padahal ga semua hal harus rinci, dia mengharuskan dirinya lebih dari rata-rata padahal tidak seharusnya seperti itu. Mungkin benar, apa kata orang apa kata buku kita harus memiliki visi dan misi setelah nya tapi apakah benar jika visi dan misi ini jadi pertanyaan sendiri bagi kita?
pertanyaannya adalah “KENAPA?”, “KENAPA?”, dan “KENAPA?”
jika kamu mengerti tidak semua hal harus dipikirkan, tidak semua hal harus di lewati ada kala kamu harus memberi kesempatan kepada orang lain, karena dari situlah kita akan temukan jawabannya, temukan pembelajaran yang berharga dimata anda, teman kamu juga diri sendiri. Suatu kebanggan apabila kamu memberi jalan kepada orang lain tetapi kamu membuat jalur lagi yang berbeda tetapi arahnya sama, suatu kesenangan bagi kita apabila kamu berbuat lebih kepada orang dengan tidak melupakan diri kita. Dan jawaban dari pertanyaan KENAPA adalah karena jika kamu ber visi dan ber misi hanya untuk diri sendiri, dan pertanyaan KENAPA itu akan hilang jika visi, misi mu itu berguna juga bagi orang lain, mengajar, belajar, bersama dengan menghiraukan segala sesuatu nya bukan memikirkan segala sesuatunya.

Korban Tewas Tragedi Buol Jadi Sembilan Orang

[ Minggu, 05 September 2010 ]

Aktivis Usul Bentuk Tim Independen

JAKARTA - Insiden kerusuhan dan penembakan di Buol, Sulawesi Tengah, memicu keprihatinan para aktivis hak asasi manusia (HAM) di Jakarta. Mereka menilai kerusuhan yang merenggut tujuh nyawa warga sipil tersebut bisa masuk kategori pelanggaran berat HAM.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengusut peristiwa itu. Tim tersebut dinilai penting karena warga sudah tidak percaya terhadap polisi.

Koordinator Kontras Haris Azhar menyatakan, tim tersebut penting dibentuk karena hingga saat ini belum ada perkembangan berarti dalam penyelesaian kasus itu. Meski tim yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani sudah dikirim ke lokasi kerusuhan, dia menilai belum cukup.

Menurut Haris, tim independen tersebut harus terdiri atas sejumlah unsur, termasuk warga sipil. ''Idealnya, ada warga sipil, anggota kepolisian, Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), dan Komnas HAM,'' katanya kemarin (4/9). Selain itu, untuk mewakili masyarakat sipil, tim tersebut harus melibatkan warga lokal Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut Haris menuturkan, tim tersebut bisa diberi wewenang untuk memeriksa dugaan penyiksaan terhadap Kasmir. Tim juga harus menyelidiki korban tewas yang diduga tertembak aparat saat kerusuhan di Mapolsek Biau. Bahkan, dugaan pemukulan terhadap pegawai rumah sakit oleh anggota Brimob harus dituntaskan. ''Kami yakin Kasmir tewas secara tidak wajar,'' ujarnya.

Kontras juga menyayangkan penambahan pasukan Brimob dan TNI di Buol. Menurut dia, penambahan pasukan tersebut terkesan sebagai upaya polisi untuk mengalihkan isu seakan terjadi kerusuhan hebat. Padahal, kasus itu adalah bentuk ketidakpercayaan masyarakat kepada polisi. ''Karena itu, kami minta (pasukan tambahan) harus ditarik secepatnya untuk menghindarkan ketegangan,'' ujarnya.

Di tempat terpisah, Wakadivhumas Mabes Polri Kombespol Ketut Yoga Ana meminta semua pihak menunggu hasil investigasi tim yang dibentuk Mabes Polri. ''Siapa bilang kami tidak serius? Kalau Wakapolri yang dikirim, itu berarti sangat serius,'' tegasnya.

Mantan Kabaghumas Polda Metro Jaya tersebut menyatakan, semua unsur polisi yang terlibat dalam insiden akan diperiksa. ''Menentukan tingkat kesalahan itu tidak bisa terburu-buru. Perlu waktu untuk menuntaskan investigasi secara menyeluruh,'' katanya.

Sementara itu, korban kerusuhan Buol bertambah. Supriyadi, 29, korban penembakan polisi yang dirawat sejak Selasa malam (31/8), mengembuskan napas sekitar pukul 0730 Wita kemarin (4/9).

Sebetulnya, Supriyadi akan dirujuk ke RSUD Undata. Namun, sebelum rencana itu direalisasikan, bujangan yang akan menikah setelah Lebaran itu meninggal.

Sejak dirawat di RSUD Buol, kondisi Supriyadi terus memburuk. Dia terkena tembakan pada kantung kemih. Selama dirawat di rumah sakit, dia harus dibantu pernapasan oksigen. Saluran infus terpasang di bagian lengan dan kakinya. Beberapa saat setelah meninggal jenazah warga Desa Diat Kecamatan Bukal tersebut dibawa oleh kerabatnya ke kampung halamannya.

Supriyadi dimakamkan pukul 14.00 di pekuburan keluarga Desa Diat, Kecamatan Bukal. Pemakaman juga dihadiri Kapolda Sulteng Brigjen Pol M. Amin Saleh dan Danrem 132 Tadulako Kolonel (Kav) Thamrin Marzuki dan Wakil Bupati Poso Ramli Kadadia. Kapolda menyampaikan sambutan sebelum pelepasan jenazah. Kapolda juga menyerahkan santunan kepada keluarga Supriyadi.

Meninggalnya Supriyadi menambah daftar korban jiwa dalam bentrokan polisi dan warga. Sebelumnya, delapan orang tewas dalam bentrokan tersebut. Para korban itu adalah Kasmir Timumun, 19; Amran S Abijolu, 18; Ridwan, 23; Herman, 23; Muslimin, 25; Rasyid Jufri, 41; dan Saktifan, 39.

Dalam perkembangan lain, sembilan korban yang mengalami luka tembak tiba di Bandara Mutiara Palu kemarin sore (4/9) dengan pesawat Expres Air yang dicarter khusus Pemkab Buol. Sebelumnya, pesawat sempat mendarat di Bandara Luwuk karena cuaca buruk akibat hujan desar dan awan tebal di Palu.

Enam mobil ambulans milik Polri dan RSUD Undata disiagakan di bandara. Begitu tiba, korban langsung dibawa ke RSUD Undata, Palu. Sembilan korban tembak itu adalah Rio Armando, 20, warga Kelurahan Kali dengan luka tembak dibagian pelipis kanan; Hamdani, 31, warga Kelurahan Leok I dengan luka tembak di bagian lengan dan tangan kiri; Noldy, 24, warga Kelurahan Leok I luka tembak di bagian punggung; Alimin, 40, warga Kelurahan Pajeko, luka tembak di bagian punggung dan leher; Iwan, 23, warga Desa Lamadong, luka tembak di betis kiri; Agus Salim, 24, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di perut; Firman, 23, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di perut; Syamsudin Monoarfa, 27, warga Kelurahan Leok I dengan luka tembak di mata kanan; dan Agus Rasyid, 30, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di pantat. (kuh/rdl/c5/dwi)

Tuesday, September 27, 2011

Bocah Usia 12 Tahun Tertembak di Rumdin Gubernur Jabar

[ Minggu, 05 September 2010 ]

BANDUNG - Polrestabes Bandung hingga kini masih menyelidiki insiden penembakan bocah berusia 12 tahun yang terjadi di Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, pada Jumat lalu (3/9). Meski telah memeriksa empat saksi, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

''Hingga kini, pemeriksaan masih berjalan,'' tutur Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Tubagus Hidayat ketika dihubungi Radar Bandung (Jawa Pos Group) via telepon kemarin (4/9).

Tubagus hanya menyebutkan bahwa para saksi yang diperiksa tersebut, antara lain, petugas cleaning service bernama Suhaya, sopir, dan kepala subbagian rumah dinas bernama Yeni. Belum diketahui hasil penyelidikan polisi karena pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Wartawan dilarang meliput pemeriksaan itu.

Insiden penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Jumat lalu. Saat itu bocah berinisial RZ, 12, tertembak senapan angin di kamar anak Ahmad Heryawan. RZ adalah teman sepermainan A, anak Heryawan yang duduk di bangku sekolah dasar.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bandung menyebutkan, peristiwa itu berawal dari kedatangan A bersama tiga teman seusianya. Mereka bersekolah di sebuah SD swasta di wilayah Bandung Timur. Sekitar pukul 13.00, A pergi les, sedangkan tiga temannya tetap bermain di Gedung Pakuan.

Saat itu tiga bocah tersebut masuk ke kamar kakak A yang juga mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Tanpa disengaja, mereka menemukan senapan angin di kamar itu. RA, salah seorang anak, mengarahkan senapan angin tersebut kepada temannya, RZ. Tanpa disangka, senapan itu berpeluru dan mengenai bagian kepala RZ. Darah menetes di bahu korban.

Petugas Gedung Pakuan baru mengetahui insiden penembakan itu beberapa saat kemudian. Mereka membawa RZ ke RS Borromeus untuk mendapatkan perawatan.

Saat ditanya mengenai pemeriksaan terhadap anak Ahmad Heryawan (kakak A), Tubagus menyatakan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi dia tidak berada di TKP (tempat kejadian perkara). Kendati begitu, pihaknya akan memeriksa dia dalam waktu dekat. ''Tidak jadi hari ini (kemarin, Red). Sebab, yang bersangkutan tidak berada di Bandung. Dia kuliah di Jakarta dan sedang UTS (ujian tengah semester, Red),'' ujarnya.

Tubagus menuturkan, senjata yang digunakan pada kecelakaan tersebut adalah senapan angin kaliber 4,5 mm. Senjata tersebut tak harus memiliki izin khusus. ''Sebab, hanya senapan angin. Kalau pistol angin dengan kaliber yang sama, baru harus izin,'' tuturnya.

Dia menegaskan, jenis senapan yang dipakai pada kecelakaan itu hanya perlu mendapatkan pengawasan. ''Jadi, jangan sembarangan dipakai,'' katanya.

Sementara itu, orang tua RZ, Oki Riyanto, 39, mengatakan tidak tahu secara pasti penembakan yang menimpa anaknya. ''Saya hanya dikasih tahu oleh pihak rumah sakit,'' ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Borromeus, Bandung, kemarin.

Selain itu, Oki menuturkan bahwa dirinya juga diberi tahu pengurus Gedung Pakuan pukul 16.00 atau beberapa jam setelah kejadian. ''Saya diminta segera ke rumah sakit. Ini mah kecelakaan,'' katanya. Saat ini kondisi anaknya membaik. ''Terkena (tembak) di bagian belakang kepala. Tapi, peluru masih ada di dalam,'' terangnya.

Oki menyebutkan, sebelumnya RZ dibawa ke sebuah rumah sakit internasional di Bandung dan sempat menjalani rontgen terlebih dahulu. Selanjutnya, RZ dibawa ke RS Borromeus.

Saat ini Oki menyatakan bahwa keluarganya lebih fokus kepada penyembuhan anaknya daripada mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut. ''Saya belum bicara ke depan karena masih berkonsentrasi kepada anak saya. Ingin fokus sampai anak benar-benar pulih,'' ujarnya. Dia juga telah berkoordinasi dengan pihak Gedung Pakuan dalam menangani kasus itu.

Oki menceritakan bahwa sebelum kejadian itu, putranya meminta izin untuk menghadiri acara berbuka puasa di Gedung Pakuan. Tak disangka, putranya tersebut mengalami musibah. (dhi/jpnn/c4/dwi)

Sunday, September 25, 2011

CONFERENCE CO-ORDINATORS

Planning & Co-ordination CONFERENCE CO-ORDINATORS
We understand that half the success of your event is dependent on the right venue and on spending time on meticulous planning and co-ordination. And that’s why we appoint one experienced and specialized Conference Co-ordinator to each conference. She will work with you taking care of the details from the moment you make your enquiry, to the booking, and all the way through to your final cost reconciliation. Contact one of our Conference Co-ordinators


TOOLS AND INFORMATION LIBRARY
We have used our experience to create, select and upload the most useful and up-to-date tools and information to assist you in the management of your conference or meeting. Click here to access