I will be "teaching" minimally for the rest of the year. Traveling very little. Which means fewer program offerings out in the big wide world. So please stay tuned to my Calendar so you can find me when you need me. :-) Mostly, I'll be home writing—either at the beach or in the garden.
One of the passions that was resurrected in me during the time under the Tree was the art of the reflective essay—based on what Nature was revealing to me about life in that moment. It is the type of writing many of you say you enjoy and I will be doing more of that.
~ I will be blogging less. I discovered that so much time online "jazzed me up." Made my mind very cluttered and busy. It prevented deeper musings from coming forth and, you know me, I'll all about plunging the depths and writing from that magical place. So if you have a blog, please don't feel offended if I appear absent. Though, who knows, I may take up lurking and just send you whooshes of love through the air waves. You are always in my heart ... other blog
dapatkan di sini.
sex video 3gp porno bokep duit uang iklan sponsor telanjang bugil vagina
Wednesday, December 7, 2011
Tuesday, December 6, 2011
What you’ve heard over
What you’ve heard over the years about my having disappeared and gone underground to work and write is true. When people ask where the heck I’ve been and why I so seldom come out when called by the “clattering world,” I often want to respond by saying that one can’t fulfill one’s calling by being called away. Rather one fulfills one’s calling by filling up . . . by studying, thinking, listening, looking at, living in the layers of life beyond the collective ones. Then . . . one can pour outwardly again."
Isn't her statement profound? She gave voice to what I've been feeling (but then wise woman others do that, don't they?). It is time for me to fill up again. I've not done so for an extended period since 1994. Do you think I might be due? I do
dapatkan di sini.
sex video 3gp porno bokep duit uang iklan sponsor telanjang bugil vagina
Isn't her statement profound? She gave voice to what I've been feeling (but then wise woman others do that, don't they?). It is time for me to fill up again. I've not done so for an extended period since 1994. Do you think I might be due? I do
dapatkan di sini.
sex video 3gp porno bokep duit uang iklan sponsor telanjang bugil vagina
Monday, December 5, 2011
Finally, the Blessing
Finally, the Blessing ...
My dear friend "Mermaid" sent me the most beautiful card the other day. On the cover was what appeared to be a Bodhi tree, not unlike the one I am sitting under while writing in the tropics. It purveyed a blessing so beautiful I just had to pass it on to you. May you receive it and take it into your heart.
"Like a tree ...
Find your own space to grow.
Bend with the winds of change.
Bless the uniqueness of who you are.
Connect with the roots of your own wisdom ...
... Do what you love to do.
Be the best you can be.
Share your beauty with the world."*
From under the Bodhi tree, I send you blessings of love and joy.
And may you continue to share your beauty with the world!
dapatkan di sini.
sex video 3gp porno bokep duit uang iklan sponsor telanjang bugil vagina
My dear friend "Mermaid" sent me the most beautiful card the other day. On the cover was what appeared to be a Bodhi tree, not unlike the one I am sitting under while writing in the tropics. It purveyed a blessing so beautiful I just had to pass it on to you. May you receive it and take it into your heart.
"Like a tree ...
Find your own space to grow.
Bend with the winds of change.
Bless the uniqueness of who you are.
Connect with the roots of your own wisdom ...
... Do what you love to do.
Be the best you can be.
Share your beauty with the world."*
From under the Bodhi tree, I send you blessings of love and joy.
And may you continue to share your beauty with the world!
dapatkan di sini.
sex video 3gp porno bokep duit uang iklan sponsor telanjang bugil vagina
Sunday, December 4, 2011
download Video Mesum Luna Maya Ariel Peterpan
download Video Mesum Luna Maya Ariel Peterpan. Download Video porno luna maya dan ariel, berita ini belum juga menemukan kejelasan. Luna maya dan ariel (ex peterpan) sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan yang jelas ke media. Hal itu membuat masyarakat khususnya fans dari luna maya menganalisa sendiri dan men download video mesum luna maya ariel tersebut. Menurut informasi yang kami dapat, ada pengakuan yang mengungkapkan bahwa video porno luna maya dan ariel tersebut adalah palsu. Pengakuan itu diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan PT Unilever Sancoyo Antarikso selaku produsen sabun kecantikan Lux yang mengontrak mereka sebagai bintang iklan terbaru versi couple. Tapi tentu saja jawaban dari pihak yang mengkontrak luna maya dan ariel dalam iklan sabun tersebut tidak semerta langsung membuat masyarakat percaya, karena mereka tentunya akan menunggu pengakuan dari ariel (ex : peterpan) atau luna maya sendiri.
Saturday, December 3, 2011
Mengenal Bintang-Bintang NBA Madness
Mengenal Bintang-Bintang NBA Madness
Dulu Tolong Kobe, Kini Bantu Yao Ming
Indonesia akan kedatangan lagi future star liga basket paling bergengsi di dunia, NBA. Trevor Ariza dari Houston Rockets bakal jadi tamu utama di NBA Madness Presented by Jawa Pos. Apa kehebatannya?
---
TREVOR Ariza bakal menjadi bintang keempat NBA yang mengunjungi Surabaya dalam dua tahun terakhir. Danny Granger, forward Indiana Pacers, menjadi bintang even resmi pertama NBA di Indonesia, tampil dalam sebuah klinik di Development Basketball League (DBL) Arena, Surabaya, pada 24 Agustus 2008.
Pada 2009, dua pemain lain NBA datang ke Kota Pahlawan. David Lee, center New York Knicks, menjadi bintang di NBA Madness Presented by Jawa Pos yang pertama. Lalu, Kevin Martin, yang waktu itu masih membela Sacramento Kings, datang sebagai pelatih di NBA-DBL Indonesia Development Camp 2009.
Di antara tiga pemain itu, Granger dan Lee langsung meraih sukses heboh begitu pulang ke Amerika. Keduanya langsung terpilih untuk masuk NBA All-Star. Sedangkan Martin menjadi top scorer pada awal musim 2009-2010, sebelum mengalami patah lengan.
Pada pertengahan musim 2009-2010 itu, Martin dikirim ke Houston Rockets. Di sana, dia pun mendapatkan kesempatan untuk meraih ketenaran. Di sana pula, Martin bermain bersama Trevor Ariza, yang sebentar lagi mengikuti langkahnya dan terbang ke Surabaya.
Ariza akan tampil di atrium Supermal Pakuwon Indah pada weekend penutup NBA Madness Presented by Jawa Pos, 1-4 Juli mendatang.
Di antara empat bintang itu, Ariza merupakan yang termuda saat tiba di Surabaya. Dia merayakan ulang tahun ke-25 pada 30 Juni, hanya dua hari sebelum tampil di Kota Pahlawan. Granger, Lee, dan Martin sama-sama berusia 26 tahun saat hadir di Surabaya.
Meski termuda, Ariza datang dengan nama yang lebih tenar daripada tiga pemain pendahulu tersebut. Penggemar basket "awam" sudah kenal dengan nama Ariza. Wajar, pada 2009 namanya memang sering disebut dan muncul di pemberitaan basket Indonesia.
Ketika itu, Ariza menjadi salah seorang pahlawan babak final NBA 2009. Kala itu, Ariza adalah pilar penting Los Angeles Lakers -tim paling kondang di NBA saat ini- dalam meraih gelar champion.
Ya, Lakers punya superstar bernama Kobe Bryant. Juga, punya superstar pendamping bernama Pau Gasol. Tapi, tanpa Ariza, Lakers mungkin tidak lolos ke final, apalagi menjadi jawara.
Penampilan Ariza pada playoff 2009 memang spektakuler. Peran sejatinya di Lakers adalah spesialis defense. Dia bertugas mengawal bintang-bintang utama lawan. Tujuannya, Kobe Bryant tidak kelelahan mengawal lawan dan bisa berkonsentrasi meraup poin. Tapi, ketika senjata-senjata utama Lakers kerepotan, Ariza juga bertanggung jawab mencetak poin-poin penentu.
Pada final 2009, melawan Orlando Magic, tembakan-tembakan tiga angka Ariza-lah yang membantu Lakers meraih kemenangan. Cincin juara pun dia kantongi.
Sukses menjadi jawara, Ariza lantas memutuskan untuk meninggalkan Lakers. Dia pindah ke Houston Rockets pada musim 2009-2010, menerima tawaran kontrak lima tahun yang bernilai total USD 33 juta (sekitar Rp 300 miliar) dari klub itu.
Ya, tawaran gaji besar merupakan pancingan besar. Tapi, kalau Ariza murni memburu duit, ada tawaran yang lebih besar dari Toronto Raptors. Bahkan, kalau mau aman, Lakers sebenarnya menawarinya kontrak dengan nilai setara.
Ariza memilih pindah ke Rockets untuk berkembang. Di Rockets, dia dijanjikan peran yang lebih besar. Selain itu, bersama Yao Ming, dia tetap punya kans meraih lagi cincin juara NBA. Mungkin tidak langsung, tapi mungkin juga tidak perlu menunggu terlalu lama.
"Saya bukan orang yang tamak. Lakers juga tahu bahwa saya bukan orang yang tamak," ucapnya seperti dikutip Houston Chronicles. "Saya ingin bermain untuk tim yang benar-benar menginginkan saya. Tim yang memberi saya peluang untuk mengembangkan kemampuan," lanjutnya.
Di Rockets, sepanjang musim reguler 2009-2010, Ariza benar-benar mendapatkan kesempatan lebih itu. Karena Yao Ming cedera dan harus absen total, Ariza menjadi salah satu senjata utama Rockets. Sang pelatih, Rick Adelman, benar-benar memberinya kebebasan untuk meraih hasil terbaik.
Alhasil, Ariza meraih statistik terbaik dalam karirnya. Yakni, mencatatkan rata-rata 14,9 poin, 5,6 rebound, dan 3,8 assist. Beberapa kali pula Ariza meraih catatan triple-double, yaitu menorehkan angka sepuluh atau lebih dalam tiga kategori di satu pertandingan (peringkat keempat di NBA).
Memang, Rockets gagal masuk playoff. Tapi, tim itu punya masa depan yang sangat cerah. Pada musim 2010-2011, Yao Ming dijadwalkan sudah kembali. Martin bakal jadi mesin poin. Plus point guard yang baru saja terpilih sebagai most improved player, Aaron Brooks, ditambah dengan Ariza dan power forward andal Luis Scola, Rockets akan menjadi lawan yang menakutkan musim depan.
Bukan hanya Ariza yang tak sabar. Martin pun tak sabar menjalani musim 2010-2011. "Tahun ini memberi kami banyak pelajaran. Membuat pemain seperti Aaron dan Trevor tumbuh lebih cepat. Ketika Yao nanti kembali, saya pikir kami bakal naik peringkat," ucap Martin
Dulu Tolong Kobe, Kini Bantu Yao Ming
Indonesia akan kedatangan lagi future star liga basket paling bergengsi di dunia, NBA. Trevor Ariza dari Houston Rockets bakal jadi tamu utama di NBA Madness Presented by Jawa Pos. Apa kehebatannya?
---
TREVOR Ariza bakal menjadi bintang keempat NBA yang mengunjungi Surabaya dalam dua tahun terakhir. Danny Granger, forward Indiana Pacers, menjadi bintang even resmi pertama NBA di Indonesia, tampil dalam sebuah klinik di Development Basketball League (DBL) Arena, Surabaya, pada 24 Agustus 2008.
Pada 2009, dua pemain lain NBA datang ke Kota Pahlawan. David Lee, center New York Knicks, menjadi bintang di NBA Madness Presented by Jawa Pos yang pertama. Lalu, Kevin Martin, yang waktu itu masih membela Sacramento Kings, datang sebagai pelatih di NBA-DBL Indonesia Development Camp 2009.
Di antara tiga pemain itu, Granger dan Lee langsung meraih sukses heboh begitu pulang ke Amerika. Keduanya langsung terpilih untuk masuk NBA All-Star. Sedangkan Martin menjadi top scorer pada awal musim 2009-2010, sebelum mengalami patah lengan.
Pada pertengahan musim 2009-2010 itu, Martin dikirim ke Houston Rockets. Di sana, dia pun mendapatkan kesempatan untuk meraih ketenaran. Di sana pula, Martin bermain bersama Trevor Ariza, yang sebentar lagi mengikuti langkahnya dan terbang ke Surabaya.
Ariza akan tampil di atrium Supermal Pakuwon Indah pada weekend penutup NBA Madness Presented by Jawa Pos, 1-4 Juli mendatang.
Di antara empat bintang itu, Ariza merupakan yang termuda saat tiba di Surabaya. Dia merayakan ulang tahun ke-25 pada 30 Juni, hanya dua hari sebelum tampil di Kota Pahlawan. Granger, Lee, dan Martin sama-sama berusia 26 tahun saat hadir di Surabaya.
Meski termuda, Ariza datang dengan nama yang lebih tenar daripada tiga pemain pendahulu tersebut. Penggemar basket "awam" sudah kenal dengan nama Ariza. Wajar, pada 2009 namanya memang sering disebut dan muncul di pemberitaan basket Indonesia.
Ketika itu, Ariza menjadi salah seorang pahlawan babak final NBA 2009. Kala itu, Ariza adalah pilar penting Los Angeles Lakers -tim paling kondang di NBA saat ini- dalam meraih gelar champion.
Ya, Lakers punya superstar bernama Kobe Bryant. Juga, punya superstar pendamping bernama Pau Gasol. Tapi, tanpa Ariza, Lakers mungkin tidak lolos ke final, apalagi menjadi jawara.
Penampilan Ariza pada playoff 2009 memang spektakuler. Peran sejatinya di Lakers adalah spesialis defense. Dia bertugas mengawal bintang-bintang utama lawan. Tujuannya, Kobe Bryant tidak kelelahan mengawal lawan dan bisa berkonsentrasi meraup poin. Tapi, ketika senjata-senjata utama Lakers kerepotan, Ariza juga bertanggung jawab mencetak poin-poin penentu.
Pada final 2009, melawan Orlando Magic, tembakan-tembakan tiga angka Ariza-lah yang membantu Lakers meraih kemenangan. Cincin juara pun dia kantongi.
Sukses menjadi jawara, Ariza lantas memutuskan untuk meninggalkan Lakers. Dia pindah ke Houston Rockets pada musim 2009-2010, menerima tawaran kontrak lima tahun yang bernilai total USD 33 juta (sekitar Rp 300 miliar) dari klub itu.
Ya, tawaran gaji besar merupakan pancingan besar. Tapi, kalau Ariza murni memburu duit, ada tawaran yang lebih besar dari Toronto Raptors. Bahkan, kalau mau aman, Lakers sebenarnya menawarinya kontrak dengan nilai setara.
Ariza memilih pindah ke Rockets untuk berkembang. Di Rockets, dia dijanjikan peran yang lebih besar. Selain itu, bersama Yao Ming, dia tetap punya kans meraih lagi cincin juara NBA. Mungkin tidak langsung, tapi mungkin juga tidak perlu menunggu terlalu lama.
"Saya bukan orang yang tamak. Lakers juga tahu bahwa saya bukan orang yang tamak," ucapnya seperti dikutip Houston Chronicles. "Saya ingin bermain untuk tim yang benar-benar menginginkan saya. Tim yang memberi saya peluang untuk mengembangkan kemampuan," lanjutnya.
Di Rockets, sepanjang musim reguler 2009-2010, Ariza benar-benar mendapatkan kesempatan lebih itu. Karena Yao Ming cedera dan harus absen total, Ariza menjadi salah satu senjata utama Rockets. Sang pelatih, Rick Adelman, benar-benar memberinya kebebasan untuk meraih hasil terbaik.
Alhasil, Ariza meraih statistik terbaik dalam karirnya. Yakni, mencatatkan rata-rata 14,9 poin, 5,6 rebound, dan 3,8 assist. Beberapa kali pula Ariza meraih catatan triple-double, yaitu menorehkan angka sepuluh atau lebih dalam tiga kategori di satu pertandingan (peringkat keempat di NBA).
Memang, Rockets gagal masuk playoff. Tapi, tim itu punya masa depan yang sangat cerah. Pada musim 2010-2011, Yao Ming dijadwalkan sudah kembali. Martin bakal jadi mesin poin. Plus point guard yang baru saja terpilih sebagai most improved player, Aaron Brooks, ditambah dengan Ariza dan power forward andal Luis Scola, Rockets akan menjadi lawan yang menakutkan musim depan.
Bukan hanya Ariza yang tak sabar. Martin pun tak sabar menjalani musim 2010-2011. "Tahun ini memberi kami banyak pelajaran. Membuat pemain seperti Aaron dan Trevor tumbuh lebih cepat. Ketika Yao nanti kembali, saya pikir kami bakal naik peringkat," ucap Martin
Friday, December 2, 2011
Brazil Raih Suara Terbanyak
Brazil Raih Suara Terbanyak, Tim Asing yang Didukung Publik Afsel
BRAZIL menjadi tim favorit publik Afrika Selatan (Afsel) di Piala Dunia 2010. Berdasar polling perusahaan marketing dan bisnis olahraga Afsel, BMI Sport Info, Brazil meraih suara terbanyak sebagai tim asing yang akan didukung publik Afsel. Tim Samba -sebutan Brazil- meraup 26 persen suara. Posisi kedua ditempati Inggris dengan sebelas persen suara.
"Polling dilakukan terhadap 2.400 orang dewasa di kota-kota besar Afsel selama Februari hingga Maret lalu." Demikian pernyataan BMI Sport Info.
Hasil polling itu tidak berbeda jauh dengan versi Associated Press yang diumumkan pada saat bersamaan. Versi AP, Brazil meraih sebelas persen suara, unggul jauh atas Inggris yang mendapatkan tiga persen suara. Sedangkan Bafana Bafana -sebutan tinas Afsel- meraup dukungan 71 persen dari publik Afsel.
"Saya senang dengan permainan indah Brazil. Saya tidak melihat ada tim lain yang memiliki permainan seindah Brazil," kata Edward Elanda, 44, seorang perawat di Johannesburg, sebagaimana dikutip Associated Press.
"Banyak pemain hebat di Brazil. Saya juga menyukai mereka karena mengenakan warna kostum yang sama dengan timnas kami (warna kuning dan hijau, Red)," ujar Luthando Khosa, pelajar berusia 20 tahun.
Dukungan warga Afsel kepada Brazil terlihat di ajang Piala Konfederasi 2009. Dalam partai final, penonton tuan rumah lebih mendukung Brazil ketimbang Amerika Serikat (AS).
"Di Piala Dunia nanti, kami ingin mendapatkan dukungan yang sama dengan support di Piala Konfederasi lalu. Tidak diragukan lagi, dukungan akan sangat membantu para pemain. Kami pun bahagia mendapatkan apresiasi dari warga Afsel," ujar pelatih Brazil Carlos Dung
BRAZIL menjadi tim favorit publik Afrika Selatan (Afsel) di Piala Dunia 2010. Berdasar polling perusahaan marketing dan bisnis olahraga Afsel, BMI Sport Info, Brazil meraih suara terbanyak sebagai tim asing yang akan didukung publik Afsel. Tim Samba -sebutan Brazil- meraup 26 persen suara. Posisi kedua ditempati Inggris dengan sebelas persen suara.
"Polling dilakukan terhadap 2.400 orang dewasa di kota-kota besar Afsel selama Februari hingga Maret lalu." Demikian pernyataan BMI Sport Info.
Hasil polling itu tidak berbeda jauh dengan versi Associated Press yang diumumkan pada saat bersamaan. Versi AP, Brazil meraih sebelas persen suara, unggul jauh atas Inggris yang mendapatkan tiga persen suara. Sedangkan Bafana Bafana -sebutan tinas Afsel- meraup dukungan 71 persen dari publik Afsel.
"Saya senang dengan permainan indah Brazil. Saya tidak melihat ada tim lain yang memiliki permainan seindah Brazil," kata Edward Elanda, 44, seorang perawat di Johannesburg, sebagaimana dikutip Associated Press.
"Banyak pemain hebat di Brazil. Saya juga menyukai mereka karena mengenakan warna kostum yang sama dengan timnas kami (warna kuning dan hijau, Red)," ujar Luthando Khosa, pelajar berusia 20 tahun.
Dukungan warga Afsel kepada Brazil terlihat di ajang Piala Konfederasi 2009. Dalam partai final, penonton tuan rumah lebih mendukung Brazil ketimbang Amerika Serikat (AS).
"Di Piala Dunia nanti, kami ingin mendapatkan dukungan yang sama dengan support di Piala Konfederasi lalu. Tidak diragukan lagi, dukungan akan sangat membantu para pemain. Kami pun bahagia mendapatkan apresiasi dari warga Afsel," ujar pelatih Brazil Carlos Dung
Thursday, December 1, 2011
Menteri Keuangan Jepang Naoto Kan Siap Gantikan Hatoyama
Menteri Keuangan Jepang Naoto Kan Siap Gantikan Hatoyama
TOKYO - Jalan Menteri Keuangan Naoto Kan menuju kursi perdana menteri (PM) Jepang terbuka lebar. Kemarin (3/6) politikus 63 tahun itu memenangi dukungan dari politisi Partai Demokratik Jepang (DPJ). Hari ini dia diprediksi menang mudah dalam pemilihan ketua DPJ sekaligus PM Jepang.
Politikus senior DPJ yang kali pertama memberikan restu kepada Kan adalah Menteri Luar Negeri Katsuya Okada. Sebelumnya, Okada diprediksi sebagai pesaing terkuat Kan dalam pemilihan ketua baru DPJ hari ini. ''Karena dia (Kan) menyanggupi dua syarat yang saya ajukan, saya tegaskan kepada dia bahwa saya mendukungnya,'' kata Okada dalam jumpa pers seperti dilansir Agence France-Presse.
Okada kepada Kan meminta pemimpin DPJ sekaligus PM Jepang yang baru agar mampu menunjukkan ketegasan dan wibawanya sebagai orang nomor satu. Tidak seperti mantan PM Yukio Hatoyama yang dinilai plinplan. Selain itu, dia mengimbau Kan untuk memprioritaskan investigasi politik uang yang membelit DPJ sejak kampanye Hatoyama tahun lalu.
Menurut Okada, dua syarat itu -menjadi pemimpin yang berwibawa dan sanggup mengusut politik uang- mutlak harus dimiliki pemimpin DPJ yang baru. Terutama, demi menyelamatkan suara parpol yang didirikan Hatoyama itu dalam pemilu legislatif Juli mendatang. Sebagai konsekuensi dukungannya kepada Kan, Okada pun harus bertahan dalam posisinya yang sekarang. ''Saya akan tetap mengabdi sebagai Menlu,'' tandasnya.
Menyusul Okada, Menteri Perhubungan Seiji Maehara lantas memublikasikan dukungannya untuk Kan. Padahal, seperti Okada, politikus 48 tahun itu pun pernah dicalonkan sebagai salah seorang kandidat pemimpin baru DPJ serta pengganti Hatoyama. ''Kami sepakat untuk sepenuhnya memberikan dukungan kepada Kan,'' ungkapnya di hadapan para pekerja media.
Maehara menambahkan, sebagai politikus senior, Kan merupakan figur pemimpin yang paling tepat. Baik sebagai pemimpin DPJ maupun kepala pemerintahan Jepang. Apalagi, dia juga punya pengalaman sebagai wakil PM. ''Sejak memenangkan pemilu tahun lalu, kami berkomitmen untuk mengubah arah politik Jepang. Dan, Kan merupakan orang yang tepat untuk memimpin perubahan itu," lanjutnya.
Dukungan Okada dan Maehara itu jelas membuat posisi Kan di atas angin. Untuk memenangkan voting DPJ hari ini, dia hanya perlu mengalahkan Shinji Tarutoko. Dengan mundurnya Okada dan Maehara dari bursa pemilihan ketua DPJ, dua kandidat yang tersisa hanya Kan dan Tarutoko. Di atas kertas Kan jelas lebih unggul daripada Tarutoko yang merupakan chairman komite lingkungan hidup DPJ di Majelis Rendah.
Sebagai politikus dari kalangan rakyat biasa, bukan dari dinasti politik seperti Hatoyama atau beberapa PM Jepang sebelumnya, publik Negeri Sakura diprediksi akan lebih bisa menerima Kan. Di panggung pemerintahan pun, Kan bukan orang baru. Sebelum menjabat Menlu di bawah kepemimpinan Hatoyama, dia pernah menjadi menteri kesehatan
TOKYO - Jalan Menteri Keuangan Naoto Kan menuju kursi perdana menteri (PM) Jepang terbuka lebar. Kemarin (3/6) politikus 63 tahun itu memenangi dukungan dari politisi Partai Demokratik Jepang (DPJ). Hari ini dia diprediksi menang mudah dalam pemilihan ketua DPJ sekaligus PM Jepang.
Politikus senior DPJ yang kali pertama memberikan restu kepada Kan adalah Menteri Luar Negeri Katsuya Okada. Sebelumnya, Okada diprediksi sebagai pesaing terkuat Kan dalam pemilihan ketua baru DPJ hari ini. ''Karena dia (Kan) menyanggupi dua syarat yang saya ajukan, saya tegaskan kepada dia bahwa saya mendukungnya,'' kata Okada dalam jumpa pers seperti dilansir Agence France-Presse.
Okada kepada Kan meminta pemimpin DPJ sekaligus PM Jepang yang baru agar mampu menunjukkan ketegasan dan wibawanya sebagai orang nomor satu. Tidak seperti mantan PM Yukio Hatoyama yang dinilai plinplan. Selain itu, dia mengimbau Kan untuk memprioritaskan investigasi politik uang yang membelit DPJ sejak kampanye Hatoyama tahun lalu.
Menurut Okada, dua syarat itu -menjadi pemimpin yang berwibawa dan sanggup mengusut politik uang- mutlak harus dimiliki pemimpin DPJ yang baru. Terutama, demi menyelamatkan suara parpol yang didirikan Hatoyama itu dalam pemilu legislatif Juli mendatang. Sebagai konsekuensi dukungannya kepada Kan, Okada pun harus bertahan dalam posisinya yang sekarang. ''Saya akan tetap mengabdi sebagai Menlu,'' tandasnya.
Menyusul Okada, Menteri Perhubungan Seiji Maehara lantas memublikasikan dukungannya untuk Kan. Padahal, seperti Okada, politikus 48 tahun itu pun pernah dicalonkan sebagai salah seorang kandidat pemimpin baru DPJ serta pengganti Hatoyama. ''Kami sepakat untuk sepenuhnya memberikan dukungan kepada Kan,'' ungkapnya di hadapan para pekerja media.
Maehara menambahkan, sebagai politikus senior, Kan merupakan figur pemimpin yang paling tepat. Baik sebagai pemimpin DPJ maupun kepala pemerintahan Jepang. Apalagi, dia juga punya pengalaman sebagai wakil PM. ''Sejak memenangkan pemilu tahun lalu, kami berkomitmen untuk mengubah arah politik Jepang. Dan, Kan merupakan orang yang tepat untuk memimpin perubahan itu," lanjutnya.
Dukungan Okada dan Maehara itu jelas membuat posisi Kan di atas angin. Untuk memenangkan voting DPJ hari ini, dia hanya perlu mengalahkan Shinji Tarutoko. Dengan mundurnya Okada dan Maehara dari bursa pemilihan ketua DPJ, dua kandidat yang tersisa hanya Kan dan Tarutoko. Di atas kertas Kan jelas lebih unggul daripada Tarutoko yang merupakan chairman komite lingkungan hidup DPJ di Majelis Rendah.
Sebagai politikus dari kalangan rakyat biasa, bukan dari dinasti politik seperti Hatoyama atau beberapa PM Jepang sebelumnya, publik Negeri Sakura diprediksi akan lebih bisa menerima Kan. Di panggung pemerintahan pun, Kan bukan orang baru. Sebelum menjabat Menlu di bawah kepemimpinan Hatoyama, dia pernah menjadi menteri kesehatan
Subscribe to:
Posts (Atom)