Tuesday, November 8, 2011

Rumah dan tanah daerah pu dekat jl protokol

Rumah dan tanah daerah pu dekat jl protokol

Hasil  |  Selanjutnya »

Diiklankan oleh syahrin 19 Sep 21:20. List-ID: 8098490. Hapus




Harga: Rp 450 000 000 Kamar Tidur: 8
Type: Rumah Ukuran: 633 m²
Jenis judul: Pemilik

RUMAH DENGAN LUAS TANAH 633 METER PERSEGI DI JALAN PAGAR ALAM PU.. DEKAT DENGAN JALAN PROTOKOL TJ KARANG - RAJA BASA.. DAERAH TENANG TIDAK BISING.. BALIK NAMA DI TANGGUNG PENJUAL..

Sunday, November 6, 2011

Awas "Fatigue"! Ancaman Saat Jalan Mudik


Jumat, 3 September 2010 | 14:34 WIB

AUTOBILD/INDRA/KOMPAS.COM
Perhatikan kaca spion dalam, tanda gejala "fatigue" mata terasa berat
KOMPAS.com — Kelelahan atau fatigue saat mengemudi bisa berakibat fatal. Hal itu terlebih bila pengendara ngotot terus menjalankan mobil dan tak waspada. Kelelahan akan jadi pembunuh nomor dua di jalan raya. Begitu laporan dari Lembaga Keselamatan Jalan Raya dan Lalu Lintas Nasional atau NHTSA di AS.

Untuk itu, nih cara deteksi, pencegahan dan penanggulangan fatigue.

Tanda-tanda "fatigue"
- Mata terasa berat
- Sering menutup kelopak lebih lama dari biasanya
- Sering menguap
- Penglihatan sulit fokus
- Sulit menjaga mobil di jalurnya
- Gelisah
- Merasa posisi duduk tidak nyaman
- Wajah terlihat kuyu

Mencegah "fatigue"
1. berkendara pada jam biologis
Kesalahan paling umum, pengendara sengaja memilih perjalanan mudik malam hari dengan alasan lebih lancar. Namun, pilihan itu menjadi sangat berbahaya bila pengemudi tidak terbiasa bangun malam. Lebih baik, perjalanan dimulai pada jam normal Anda ketika beraktivitas. Kalaupun bertekad ingin malam, beberapa hari sebelum jalan, biasakan terjaga pada jam tersebut.

2. Istirahat cukup
Hindari perjalanan seusai pulang kantor karena saat itu Anda mutlak beristirahat untuk memaksimalkan stamina. Bila memungkinkan, ajukan cuti kantor satu atau dua hari menjelang perjalanan.

3. Buka jendala setiap 2 jam
Walau memakai AC, biasakan membuka jendela setiap dua jam sekali. Tujuannya, mengganti udara kotor dengan udara segar. Kotornya udara bisa membuat Anda cepat merasa lelah.

4. Mengemudi bergantian
Usahakan, dalam satu mobil ada lebih dari satu orang yang bisa mengemudikan mobil. Bergantianlah dalam mengemudi tiap 100-150 km atau 2-3 jam sekali. Dengan metode ini, tubuh bisa beristirahat sebelum stamina terkuras. (Fitra Eri)
Editor: Bastian autobild
Sumber :

Saturday, November 5, 2011

Ahmad Dahlan Bikin Giring Religius Jumat, 3 September 2010 | 21:56 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Giring Ganesha
JAKARTA, KOMPAS.com — Saking mendalami peran dalam film Sang Pencerah yang dibintanginya, ternyata mampu membawa perubahan besar dalam diri vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha. Pemeran tokoh Kiai Suja dalam film garapan Hanung Bramantyo itu mengaku menjadi lebih religius.
 
"Banyak yang saya pelajari dari Ahmad Dahlan dan Suja, saya sekarang jadi lebih kalem dan jadi baca Al Quran setiap hari meskipun hanya terjemahannya," ungkap Giring sebelum press screening film Sang Pencerah di XXI FX, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
 
Pengalaman yang didapat Giring itu berhasil mengubah sifatnya yang semula ambisius. "Dulu itu kayaknya harus eughh... ambisius banget deh," aku Giring.
 
Melongok ke belakang, Giring mengaku beruntung mendapat tawaran berakting di film Sang Pencerah. "Awal mulanya di suatu malam, Zaskia SMS bilang Hanung mau bikin film soal Ahmad Dahlan, ya sudah aku SMS balik terus janjian ketemuan buat baca script-nya" jelas Giring.
 
Butuh waktu kurang dari satu jam bagi Giring untuk menerima tawaran bermain di film perdananya. "Kurang dari sejam baca script-nya, wah bagus banget, ya udah mau tapi bilang sama manajemen Nidji. Dan mereka setuju asal enggak mengganggu kegiatan manggung," jelasnya lagi.
 
Menurut Giring, tak ada alasan khusus untuk menolak tawaran berakting di Sang Pencerah. "Bayangin umur 15 dia (Ahmad Dahlan) naik haji, terus pulang haji dia mau memperbaiki kampungnya. Berawal dari situ ia memperbaiki kampungnya dan malah membentuk organisasi yang mempunyai arti besar untuk Indonesia," pungkas Giring.

Friday, November 4, 2011

Sandra Bullock Belajar Menari Seksi Sabtu, 4 September 2010 | 03:55 WIB

IST
LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Aktris Sandra Bullock (46) berjuang keras berlatih tango demi film terbarunya yang berjudul Kiss + Tango. Bullock yang berperan sebagai penari merasa percaya diri walaupun kemampuannya menari terbatas. Dia berharap hal itu bisa membantunya melakukan gerakan tari yang seksi secara sempurna.
”Saya tahu bagaimana menari salsa atau meringue. Saya tahu bagaimana melakukan itu semua sehingga saya sampai pada kesimpulan bahwa saya pasti bisa melakukan latihan tango ini. Ini menjadi pembelajaran yang baik bagi saya, bagaimana mempelajari dan mengajarkan tango Argentina yang asli,” kata Bullock.
”Saya sarankan Anda mengambil kelas tango dan Anda pasti ingin cepat- cepat pulang karena tango ini mendatangkan rasa frustrasi sekaligus indah, semua rasa itu muncul bersamaan,” kata Bullock.
Satu hal yang membuat Bullock bisa kembali ceria adalah anak angkatnya, Louis, yang kini berumur 7 bulan. Peraih Piala Oscar lewat film The Blind Side ini merasa senang karena anak yang diadopsinya ini diperlakukan bak ”pangeran” oleh keluarganya.
”Mungkin karena di keluarga saya tidak pernah ada anak laki-laki. Bahkan, binatang piaraan kami pun semuanya betina. Jadi ketika Louis saya adopsi, semua merasa gembira,” kata Bullock. (CONTACTMUSIC.COM/LOK)

Thursday, November 3, 2011

Wali Tanpa Lagu Religi Sabtu, 4 September 2010 | 04:11 WIB

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Band Wali
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tahun ini, band Wali melewatkan Ramadhan tanpa merilis lagu religi baru. Pencipta lagu-lagu hits di tengah rakyat jelata ini tahun lalu merilis album religi Ingat Shalawat dengan lagu andalannya ”Mari Shalawat”.
Walau demikian, pada bulan Ramadhan ini mereka tetap sibuk manggung di beberapa kota. Sayangnya, mereka tak sempat main di kota mereka, yaitu Blora.
Tahun ini Wali hanya mempromosikan single kedua dari album Ingat Shalawat, yaitu ”Tobat Maksiat”. Lagu-lagu ”tak puitis” memang menjadi ciri khas Wali. ”Lirik yang biasa ini lebih mengena untuk kaum muda,” kata Apoy.
Walau sempat dianggap kampungan, Wali kini sudah bisa berbangga karena dua lagunya sudah melanglang buana. Satu lagu yang sudah dirilis di Eropa, ”I No Can Do”, terjemahan dari lagu ”Cari Jodoh”, yang dibawakan penyanyi Fabrizio Faniello asal Malta, sukses di Eropa.
”Kabarnya, lagu itu diunduh hingga empat juta dan penjualan CD-nya menembus angka satu juta,” kata Apoy.
Kabar lain, perjalanan karier Wali kini sedang dibuat film layar lebar berjudul sama dengan salah satu lagu Wali, ”Baik- baik Sayang”. Para personel Wali memerankan diri sendiri yang berangkat dari pesantren menggeluti dunia menyanyi. Film ini dibintangi Intan Nuraini dan aktor senior Didi Petet. (AMR)

Wednesday, November 2, 2011

Perbaikan Blackberry Tak Jelas

blackberry

Jumat, 3 September 2010 | 10:27 WIB

Kepada agen Blackberry di Indonesia khususnya di Jakarta tolong dengan sangat kejelasan servis bb saya (masih garansi) karena waktunya yang sudah lewat satu bulan. Mohon bb saya dikembalikan atau saya serahkan kepada pihak berwajib. Terima kasih.
harun
Taman Rahayu Regency 2 No.28 04/07
Setu - Bekasi

Tuesday, November 1, 2011

Cuma Merchant yang Bisa Membatalkan Transaksi

Surat Pembaca
BANK MANDIRI
Cuma Merchant yang Bisa Membatalkan Transaksi
Jumat, 3 September 2010 | 14:53 WIB

Pada hari Kamis (2/9/2010) saya melakukan transaksi di ebay kepada salah satu merchant melalui Paypal. Akun paypal saya yang terintegrasi dengan kartu kredit BANK MANDIRI memberikan notifikasi pembayaran via e-mail pada jam 13:49 WIB. Pada malam hari (2/9/2010) sekitar pukul 8.50 WIB, saya menerima e-mail dari ebay yang –karena satu lain hal- meminta saya untuk melakukan pembatalan atas transaksi tersebut, ebay juga menginformasikan dimana dalam hal pembayaran sudah dilakukan, agar pembatalan tersebut dilakukan melalui Perusahaan Penerbit kartu kredit saya (yang dalam hal ini adalah BANK MANDIRI). Karena email tersebut baru saya baca pada waktu sehabis sahur keesokkan harinya (tanggal 3/9/2010 sekitar pukul 4.30 WIB) saya langsung mencoba menghubungi call center BANK MANDIRI 14000 -yang menurut asumsi saya adalah layanan 24 jam- untuk kepentingan pembatalan tersebut, tapi setelah melakukan panggilan, berbicara dengan “robot” dan menunggu lebih dari 10 menit saya tak berhasil untuk berbicara sama sekali dengan petugas call center tersebut. Pagi hari tadi (3/9/2010) sekitar pukul 09.00 saya kembali melakukan panggilan ke call center 14000 dan diterima oleh Sdr. Ringgo untuk mengurus pembatalan tersebut. Jawaban yang saya terima adalah pembatalan tidak bisa dilakukan oleh BANK MANDIRI dah hanya bisa dilakukan oleh merchant yang menerima pembayaran (???). Jujur saya bingung sekali untuk memahami penjelasan tersebut, dalam hal ini saya menganggap bahwa BANK MANDIRI merupakan pihak yang melakukan pembayaran dan karena itu juga pihak yang berwenang untuk melakukan pembatalan. Hal tersebut saya bicarakan kepada Sdr. Ringgo dan akhirnya saya dialihkan kepada sdri. Cory yang juga memberikan penjelasan yang sama. Karena tidak puas dengan informasi tersebut, saya mendatangi salah satu kantor cabang BANK MANDIRI di daerah Jakarta Selatan untuk mendapatkan penjelasan dari Costumer Service Officer yang ternyata juga tidak berbeda. Apa yang telah saya lalui mengarahkan saya pada kemungkingan-kemungkinan kesimpulan yang berikut: 1. Sistem administrasi kartu kredit BANK MANDIRI tidak ramah pelanggan Anggap saya paranoid, sehingga mengambil skenario terburuk dimana transaksi tidak dilakukan berdasarkan kehendak pemegang kartu dan ketika pemegang kartu ingin melakukan dispute atas transaksi tersebut, petugas call center bilang cuma merchant yang bisa membatalkan (yang menurut saya adalah 99,99% tidak mungkin dilakukan oleh merchant bersangkutan yang “dagangan” nya sudah laku terjual, sehingga tidak perlu dibicarakan). Skor pertama dari skenario terebut adalah Pelanggan kartu kredit BANK MANDIRI vs merchant 0 – 1. 2. Sistem pelayanan Informasi yang tidak tepat Jawaban atas pertanyaan mengenai alasan apa yang menyebabkan pembatalan tersebut tidak bisa dilakukan benar-benar tidak memuaskan saya. Bila penjelasan sebenarnya adalah berbeda dengan apa yang disampaikan oleh call center dan CSO BANK MANDIRI tersebut, sehingga apa yang saya alami sebenarnya hanyalah “miskomunikasi semata”, maka yang perlu dibenahi adalah human resource yang terkait. Bagian akhir yang paling menarik adalah setelah melihat dua kemungkinan tersebut adalah keduanya membuat saya untuk berfikir ulang untuk tetap menjadi pemegang KARTU KREDIT MANDIRI. Untuk pemegang kartu kredit BANK MANDIRI lain harap berhati-hati, ingat sekali transaksi sudah dilakukan (oleh anda atau siapapun BANK MANDIRI tidak peduli) maka cuma merchant yang bisa membatalkan!
Fajar Akhmadi
Jl. P. Bali 3 No. 369 Perumnas III
Bekasi
Dibaca 410 Kali