Saturday, November 5, 2011

Ahmad Dahlan Bikin Giring Religius Jumat, 3 September 2010 | 21:56 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Giring Ganesha
JAKARTA, KOMPAS.com — Saking mendalami peran dalam film Sang Pencerah yang dibintanginya, ternyata mampu membawa perubahan besar dalam diri vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha. Pemeran tokoh Kiai Suja dalam film garapan Hanung Bramantyo itu mengaku menjadi lebih religius.
 
"Banyak yang saya pelajari dari Ahmad Dahlan dan Suja, saya sekarang jadi lebih kalem dan jadi baca Al Quran setiap hari meskipun hanya terjemahannya," ungkap Giring sebelum press screening film Sang Pencerah di XXI FX, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
 
Pengalaman yang didapat Giring itu berhasil mengubah sifatnya yang semula ambisius. "Dulu itu kayaknya harus eughh... ambisius banget deh," aku Giring.
 
Melongok ke belakang, Giring mengaku beruntung mendapat tawaran berakting di film Sang Pencerah. "Awal mulanya di suatu malam, Zaskia SMS bilang Hanung mau bikin film soal Ahmad Dahlan, ya sudah aku SMS balik terus janjian ketemuan buat baca script-nya" jelas Giring.
 
Butuh waktu kurang dari satu jam bagi Giring untuk menerima tawaran bermain di film perdananya. "Kurang dari sejam baca script-nya, wah bagus banget, ya udah mau tapi bilang sama manajemen Nidji. Dan mereka setuju asal enggak mengganggu kegiatan manggung," jelasnya lagi.
 
Menurut Giring, tak ada alasan khusus untuk menolak tawaran berakting di Sang Pencerah. "Bayangin umur 15 dia (Ahmad Dahlan) naik haji, terus pulang haji dia mau memperbaiki kampungnya. Berawal dari situ ia memperbaiki kampungnya dan malah membentuk organisasi yang mempunyai arti besar untuk Indonesia," pungkas Giring.

Friday, November 4, 2011

Sandra Bullock Belajar Menari Seksi Sabtu, 4 September 2010 | 03:55 WIB

IST
LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Aktris Sandra Bullock (46) berjuang keras berlatih tango demi film terbarunya yang berjudul Kiss + Tango. Bullock yang berperan sebagai penari merasa percaya diri walaupun kemampuannya menari terbatas. Dia berharap hal itu bisa membantunya melakukan gerakan tari yang seksi secara sempurna.
”Saya tahu bagaimana menari salsa atau meringue. Saya tahu bagaimana melakukan itu semua sehingga saya sampai pada kesimpulan bahwa saya pasti bisa melakukan latihan tango ini. Ini menjadi pembelajaran yang baik bagi saya, bagaimana mempelajari dan mengajarkan tango Argentina yang asli,” kata Bullock.
”Saya sarankan Anda mengambil kelas tango dan Anda pasti ingin cepat- cepat pulang karena tango ini mendatangkan rasa frustrasi sekaligus indah, semua rasa itu muncul bersamaan,” kata Bullock.
Satu hal yang membuat Bullock bisa kembali ceria adalah anak angkatnya, Louis, yang kini berumur 7 bulan. Peraih Piala Oscar lewat film The Blind Side ini merasa senang karena anak yang diadopsinya ini diperlakukan bak ”pangeran” oleh keluarganya.
”Mungkin karena di keluarga saya tidak pernah ada anak laki-laki. Bahkan, binatang piaraan kami pun semuanya betina. Jadi ketika Louis saya adopsi, semua merasa gembira,” kata Bullock. (CONTACTMUSIC.COM/LOK)

Thursday, November 3, 2011

Wali Tanpa Lagu Religi Sabtu, 4 September 2010 | 04:11 WIB

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Band Wali
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tahun ini, band Wali melewatkan Ramadhan tanpa merilis lagu religi baru. Pencipta lagu-lagu hits di tengah rakyat jelata ini tahun lalu merilis album religi Ingat Shalawat dengan lagu andalannya ”Mari Shalawat”.
Walau demikian, pada bulan Ramadhan ini mereka tetap sibuk manggung di beberapa kota. Sayangnya, mereka tak sempat main di kota mereka, yaitu Blora.
Tahun ini Wali hanya mempromosikan single kedua dari album Ingat Shalawat, yaitu ”Tobat Maksiat”. Lagu-lagu ”tak puitis” memang menjadi ciri khas Wali. ”Lirik yang biasa ini lebih mengena untuk kaum muda,” kata Apoy.
Walau sempat dianggap kampungan, Wali kini sudah bisa berbangga karena dua lagunya sudah melanglang buana. Satu lagu yang sudah dirilis di Eropa, ”I No Can Do”, terjemahan dari lagu ”Cari Jodoh”, yang dibawakan penyanyi Fabrizio Faniello asal Malta, sukses di Eropa.
”Kabarnya, lagu itu diunduh hingga empat juta dan penjualan CD-nya menembus angka satu juta,” kata Apoy.
Kabar lain, perjalanan karier Wali kini sedang dibuat film layar lebar berjudul sama dengan salah satu lagu Wali, ”Baik- baik Sayang”. Para personel Wali memerankan diri sendiri yang berangkat dari pesantren menggeluti dunia menyanyi. Film ini dibintangi Intan Nuraini dan aktor senior Didi Petet. (AMR)

Wednesday, November 2, 2011

Perbaikan Blackberry Tak Jelas

blackberry

Jumat, 3 September 2010 | 10:27 WIB

Kepada agen Blackberry di Indonesia khususnya di Jakarta tolong dengan sangat kejelasan servis bb saya (masih garansi) karena waktunya yang sudah lewat satu bulan. Mohon bb saya dikembalikan atau saya serahkan kepada pihak berwajib. Terima kasih.
harun
Taman Rahayu Regency 2 No.28 04/07
Setu - Bekasi

Tuesday, November 1, 2011

Cuma Merchant yang Bisa Membatalkan Transaksi

Surat Pembaca
BANK MANDIRI
Cuma Merchant yang Bisa Membatalkan Transaksi
Jumat, 3 September 2010 | 14:53 WIB

Pada hari Kamis (2/9/2010) saya melakukan transaksi di ebay kepada salah satu merchant melalui Paypal. Akun paypal saya yang terintegrasi dengan kartu kredit BANK MANDIRI memberikan notifikasi pembayaran via e-mail pada jam 13:49 WIB. Pada malam hari (2/9/2010) sekitar pukul 8.50 WIB, saya menerima e-mail dari ebay yang –karena satu lain hal- meminta saya untuk melakukan pembatalan atas transaksi tersebut, ebay juga menginformasikan dimana dalam hal pembayaran sudah dilakukan, agar pembatalan tersebut dilakukan melalui Perusahaan Penerbit kartu kredit saya (yang dalam hal ini adalah BANK MANDIRI). Karena email tersebut baru saya baca pada waktu sehabis sahur keesokkan harinya (tanggal 3/9/2010 sekitar pukul 4.30 WIB) saya langsung mencoba menghubungi call center BANK MANDIRI 14000 -yang menurut asumsi saya adalah layanan 24 jam- untuk kepentingan pembatalan tersebut, tapi setelah melakukan panggilan, berbicara dengan “robot” dan menunggu lebih dari 10 menit saya tak berhasil untuk berbicara sama sekali dengan petugas call center tersebut. Pagi hari tadi (3/9/2010) sekitar pukul 09.00 saya kembali melakukan panggilan ke call center 14000 dan diterima oleh Sdr. Ringgo untuk mengurus pembatalan tersebut. Jawaban yang saya terima adalah pembatalan tidak bisa dilakukan oleh BANK MANDIRI dah hanya bisa dilakukan oleh merchant yang menerima pembayaran (???). Jujur saya bingung sekali untuk memahami penjelasan tersebut, dalam hal ini saya menganggap bahwa BANK MANDIRI merupakan pihak yang melakukan pembayaran dan karena itu juga pihak yang berwenang untuk melakukan pembatalan. Hal tersebut saya bicarakan kepada Sdr. Ringgo dan akhirnya saya dialihkan kepada sdri. Cory yang juga memberikan penjelasan yang sama. Karena tidak puas dengan informasi tersebut, saya mendatangi salah satu kantor cabang BANK MANDIRI di daerah Jakarta Selatan untuk mendapatkan penjelasan dari Costumer Service Officer yang ternyata juga tidak berbeda. Apa yang telah saya lalui mengarahkan saya pada kemungkingan-kemungkinan kesimpulan yang berikut: 1. Sistem administrasi kartu kredit BANK MANDIRI tidak ramah pelanggan Anggap saya paranoid, sehingga mengambil skenario terburuk dimana transaksi tidak dilakukan berdasarkan kehendak pemegang kartu dan ketika pemegang kartu ingin melakukan dispute atas transaksi tersebut, petugas call center bilang cuma merchant yang bisa membatalkan (yang menurut saya adalah 99,99% tidak mungkin dilakukan oleh merchant bersangkutan yang “dagangan” nya sudah laku terjual, sehingga tidak perlu dibicarakan). Skor pertama dari skenario terebut adalah Pelanggan kartu kredit BANK MANDIRI vs merchant 0 – 1. 2. Sistem pelayanan Informasi yang tidak tepat Jawaban atas pertanyaan mengenai alasan apa yang menyebabkan pembatalan tersebut tidak bisa dilakukan benar-benar tidak memuaskan saya. Bila penjelasan sebenarnya adalah berbeda dengan apa yang disampaikan oleh call center dan CSO BANK MANDIRI tersebut, sehingga apa yang saya alami sebenarnya hanyalah “miskomunikasi semata”, maka yang perlu dibenahi adalah human resource yang terkait. Bagian akhir yang paling menarik adalah setelah melihat dua kemungkinan tersebut adalah keduanya membuat saya untuk berfikir ulang untuk tetap menjadi pemegang KARTU KREDIT MANDIRI. Untuk pemegang kartu kredit BANK MANDIRI lain harap berhati-hati, ingat sekali transaksi sudah dilakukan (oleh anda atau siapapun BANK MANDIRI tidak peduli) maka cuma merchant yang bisa membatalkan!
Fajar Akhmadi
Jl. P. Bali 3 No. 369 Perumnas III
Bekasi
Dibaca 410 Kali

Sunday, October 30, 2011

Polres Badung Ungkap Pencurian Pretima

[ Sabtu, 04 September 2010 ]
Polres Badung Ungkap Pencurian Pretima
MANGUPURA - Kasus pencurian pretima (benda suci umat Hindu) yang selama ini gelap akhirnya terkuak. Salah seorang penadah benda itu ternyata orang asing berkebangsaan Italia, Roberto Gamba.

Keberhasilan Buser Polres Badung mengungkap kasus yang meresahkan umat Hindu di Bali tersebut berawal dari penggerebekan Vila Marisa di Jalan Mumbak Sari, Banjar Uma Alas, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Penggerebekan berlangsung Kamis pukul 18.00 (2/9).

Rupanya, warga sudah lama curiga vila itu dijadikan tempat menampung pretima hasil curian. Karena itu, saat mendengar polisi menggerebek Vila Marisa, warga beramai-rama datang dengan penuh amarah.

Bahkan, ada yang berniat membakar vila yang ditempati bule Italia tersebut. Sejumlah orang datang dengan membawa obor. Untung, polisi berhasil meredam kemarahan warga.

Dari vila itu, polisi mengamankan 110 pretima berbagai bentuk. Ada yang berupa patung atau arca, ada juga 16 kain Bali bergambar. Polisi juga menangkap Roberto dan lima orang lokal. Mereka adalah Komang Oka, Rai Kembar Sukarja, Wayan Wardana, Gusti Made Lanang, dan Bajra. Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah pretima tembaga, lontar, pis bolong, serta pretima berbentuk patung yang diduga diperoleh dari Klungkung.

Kapolres Badung AKBP Dwi Suseno mengatakan, polisi mengamankan Roberto karena menemukan pretima di vila tempatnya menginap. ''Info itu kami cek silang. Ternyata benar. Dalam penggeledahan rumah Roberto, kami temukan 110 pretima," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Badung AKP Soma Adnyana saat menggelar kasus tersebut kemarin (3/9).

Ditambahkan, Roberto mengaku mendapatkan pretima tersebut dari lima orang. Mereka adalah Komang Oka, Rai Kembar Sukarja, Wayan Wardana, Gusti Made Lanang, dan Bajra. Berdasar itu, polisi segera menangkap kelima orang itu. ''Mereka kami amankan di Klungkung, Nusa Penida, dan Sukawati," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Badung AKP Soma Adnyana menambahkan, dari bule Italia dan lima orang itu pula, polisi mengorek informasi dari mana pretima tersebut dicuri. Sejak 2008, sedikitnya 34 pura telah dibobol. Dari sana didapatkan 127 arca, 12 lontar, 1 prasasti tembaga, dan 35 ribu uang kepeng.

Roberto mengaku membeli pretima itu seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta sebuah. ''Soal kemungkinan pretima itu dijual lagi ke luar negeri, kami masih mengembangkan,'' tegasnya. (pan/jpnn/c3/soe)

Saturday, October 29, 2011

Pemblokiran Janggal Kartu Kredit Citibank

Surat Pembaca
CITIBANK

Jumat, 3 September 2010 | 16:04 WIB

Saya pemegang kartu kredit CITIBANK Gold dengan nomor 4541-7800-17xx-xxxx pada tanggal 31 Maret 2010 lalu Jam 18.30 mengalami kehilangan dompet di kendaraan umum di sekitar LTC Lindeteves Jalan Hayam Wuruk.Langsung saya menghubungi call centre CITIBANK saat itu diterima oleh petugas bernama Sdr. Bernard dan setelah mengkonfirmasi data-data pribadi saya lalu dikatakan oleh Sdr.Bernard saat itu sedang ada transaksi yang terjadi di CAREFOUR Duta Merlin sejumlah 5.400.000 dan 2.717.000. Kemudian saya minta untuk dibatalkan karena bukan transaksi yang dilakukan oleh saya.Oleh Sdr.Bernard dikatakan sudah dilakukan pemblokiran saat itu saya meminta nomor pemblokiran tetapi di jawab tidak perlu.Setelah itu saya kembali menghubungi kembali Call Centre CITIBANK diterima oleh petugas bernama Sdr. Irfan saya menceritakan kembali dan melakukan konfirmasi untuk memastikan tidak ada pemakaian dan dijawab oleh sdr. Irfan tidak ada pemakaian.Ternyata sewaktu tagihan saya terima terdapat 2 transaksi sejumlah 5.400.000 dan 2.717.000 yang seharusnya sudah dilakukan pemblokiran dan yang lebih membingungkan dikenakan biaya over limit sebesar 75.000 yang seharusnya jika terdapat over limit atau transaksi yang di luar kebiasaan pemakaiaan saya seharusnya pihak CITIBANK menghubungi saya untuk konfirmasi tetapi saat itu saya tidak dihubungi sama sekali. Lalu saya ingin mengajukan keberatan atas tagihan tersebut saya pergi ke kantor pusat CITIBANK untuk bertemu petugas layanan konsumen tetapi alangkah kecewanya saya tidak dipertemukan, tetapi hanya berbicara di telepon dengan petugas Sdri Tammy.Alasan yang diberikan adalah saya terlambat melapor 10 menit dengan waktu transaksi dilakukan padahal harus melalui prosedur pengecekan identitas yang cukup memakan waktu, kemudian saya ingin memeriksa tanda tangan yang tertera di slip transaksi, tetapi oleh petugas dikatakan agar saya memeriksanya di CAREFOUR sungguh jawaban yang sangat janggal menurut saya. Beginikah pelayanan yang diberikan pihak CITIBANK kepada konsumen yang sangat mendambakan keamanan dalam melakukan setiap transaksi? Sungguh sangat mengecewakan pihak CITIBANK berkali-kali hanya menawarkan penyelesaian dengan cicilan tanpa bunga yang saya tolak karena saya tidak melakukan transaksi seperti yang telah dibebankan kepada saya.
NG JAN NJOEK
JL. KEMENANGAN GG. CIGUNI No. 44
JAKARTA BARAT