Scrub that - this must be Green Monday!
The green-talking yesterday has paled into insignificance compared to the release of the Stern report on the economics of climate change. Its headline conclusion was that unless we invest 1% of the world's annual wealth now, we could knock 20% of the economy in 2050 - worse than the Wall Street Crash which caused the Depression in the 1920s.
It certainly got Blair & Brown's interest, neither of whom have been willing before to walk the walk on environmental issues. The two of them were even nice to each other at the press conference. There seems to have been a realisation that the economy operates within the natural world and not in a bubble on its own - a welcome development.
The Chancellor in particular announced a raft of measures which could make a real difference if they aren't watered down before they hit the statute book. Even green taxation raised its ugly head, but The Sun got its retaliation in first with a headline "I'm Saving the Planet - YOU Lot are Paying!", a far cry from its recent green conversion.
Much to my annoyance, the press are once again wheeling out the usual ragbag of discredited climate change deniers like Bjorn "Humbug" Lomborg to try and stir up some controversy. Sky News' coverage made it sound like the whole thing was predicated on a guess. I'll say it one more time. There has never been a peer-reviewed scientific journal paper casting serious doubt on man-made climate change. Let's move on...
Tuesday, September 13, 2011
Monday, September 12, 2011
Mourinho: Sneijder Sabet Ballon d'Or
Jumat, 03 September 2010 | 17:50 WIB
AFP
Wesley Sneijder (kanan) dan Jose Mourinho.
TERKAIT
NYON, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengantongi sebuah nama yang akan menjadi pemain terbaik Eropa. Mourinho lebih menjagokan Wesley Sneijder (Inter Milan) daripada Andres Iniesta (Barcelona) untuk meraih Ballon d'Or.
Selain kedua pemain tersebut, Lionel Messi (Barcelona), Diego Forlan (Atletico Madrid), dan Xavi Hernandez diperkirakan masuk dalam nominasi Ballon d'Or. Nama yang paling santer menggondol penghargaan tersebut yaitu Iniesta dan Sneijder. Iniesta menjadi calon terkuat karena berhasil mempertahankan gelar juara La Liga. Ditambah, ia menjadi pahlawan saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.
Sementara Sneijder merupakan komponen penting keberhasilan Inter meraih treble winner pada musim lalu. Ia juga tampil impresif bersama Belanda di Piala Dunia, sekaligus mengantarkan timnya ke final.
Di mata Mourinho, Sneijder lebih berpeluang meraih Ballon d'Or daripada Iniesta. "Saya memilih Sneijder bukan Iniesta," jelas Mourinho.
Prediksi Mourinho pun kemungkinan tepat. Pasalnya, pemenang Ballon d'Or adalah pemain yang berhasil mengantarkan timnya meraih juara setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Sebelum Lionel Messi, Cristiano Ronaldo meraih Ballon d'Or seusai sukses mengantarkan Manchester United meraih trofi Liga Champion. Begitu juga dengan Ricardo Kaka bersama AC Milan.
Selain kedua pemain tersebut, Lionel Messi (Barcelona), Diego Forlan (Atletico Madrid), dan Xavi Hernandez diperkirakan masuk dalam nominasi Ballon d'Or. Nama yang paling santer menggondol penghargaan tersebut yaitu Iniesta dan Sneijder. Iniesta menjadi calon terkuat karena berhasil mempertahankan gelar juara La Liga. Ditambah, ia menjadi pahlawan saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.
Sementara Sneijder merupakan komponen penting keberhasilan Inter meraih treble winner pada musim lalu. Ia juga tampil impresif bersama Belanda di Piala Dunia, sekaligus mengantarkan timnya ke final.
Di mata Mourinho, Sneijder lebih berpeluang meraih Ballon d'Or daripada Iniesta. "Saya memilih Sneijder bukan Iniesta," jelas Mourinho.
Prediksi Mourinho pun kemungkinan tepat. Pasalnya, pemenang Ballon d'Or adalah pemain yang berhasil mengantarkan timnya meraih juara setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Sebelum Lionel Messi, Cristiano Ronaldo meraih Ballon d'Or seusai sukses mengantarkan Manchester United meraih trofi Liga Champion. Begitu juga dengan Ricardo Kaka bersama AC Milan.
Sunday, September 11, 2011
Lorenzo Minta Gaji Tinggi?
Jumat, 3 September 2010 | 17:32 WIB
AFP/MARK RALSTON
Jorge LorenzoTERKAIT:
MISANO, KOMPAS.com — Jorge Lorenzo mengonfirmasi di Misano bahwa dia akan mencoba melakukan beberapa kemajuan dalam pembicaraan akhir pekan ini mengenai perpanjangan kontrak. Pebalap Spanyol ini tampaknya akan menyepakati kontrak baru dengan tim pabrikan Yamaha untuk MotoGP 2011.
Sebenarnya, bukan rahasia lagi jika Lorenzo akan menjadi "anak emas" baru di Yamaha setelah Valentino Rossi memastikan diri tahun depan pindah ke Ducati. Namun, negosiasi ternyata tidak berjalan mulus. Hal ini seperti yang diungkapkan Lorenzo kepada MCN.
"Saya sangat baik di Yamaha, saya paham motor, dan motor sekarang juga sangat kompetitif. Secara teori, kemungkinan bertahan di Yamaha sangat besar. Namun, saat ini segala sesuatu bisa terjadi. Sekarang situasinya agak buntu, tetapi saya berharap bab ini bisa selesai sebelum akhir tahun."
Tampaknya yang menjadi persoalan untuk mencapai kesepakatan baru itu adalah permintaan gaji yang diajukan Lorenzo. Pebalap berusia 23 tahun yang merupakan kandidat terkuat peraih gelar juara dunia MotoGP 2010 ini ditengarai menginginkan kenaikan gaji yang tinggi setelah kepergian Rossi. Meskipun demikian, Yamaha tetap yakin bahwa kesepakatan dengan mantan dua kali juara dunia kelas 250 cc tersebut akan segera tercapai.
"Manajerku, Marcos (Hirsch), datang ke Misano akhir pekan ini untuk berbicara dengan Yamaha. Saya berharap kami bisa mendapatkan solusi dalam beberapa pekan ke depan," tambah Lorenzo yang kini unggul 68 poin atas peringkat kedua, Dani Pedrosa.
Jika nasib Lorenzo belum pasti, maka lain halnya dengan pebalap tim satelit Yamaha Tech 3, Ben Spies. Kubu Yamaha telah mengumumkannya di Indianapolis pada akhir pekan lalu bahwa pebalap Amerika Serikat tersebut dipastikan akan menggantikan posisi Rossi.
Dari kubu Repsol Honda, kampatriot Lorenzo, Dani Pedrosa, belum menandatangani perpanjangan kontrak. Akan tetapi, kubu Honda mengatakan bahwa kesepakatan baru sudah hampir tercapai dan akan segera dikonfirmasi.
Sebenarnya, bukan rahasia lagi jika Lorenzo akan menjadi "anak emas" baru di Yamaha setelah Valentino Rossi memastikan diri tahun depan pindah ke Ducati. Namun, negosiasi ternyata tidak berjalan mulus. Hal ini seperti yang diungkapkan Lorenzo kepada MCN.
"Saya sangat baik di Yamaha, saya paham motor, dan motor sekarang juga sangat kompetitif. Secara teori, kemungkinan bertahan di Yamaha sangat besar. Namun, saat ini segala sesuatu bisa terjadi. Sekarang situasinya agak buntu, tetapi saya berharap bab ini bisa selesai sebelum akhir tahun."
Tampaknya yang menjadi persoalan untuk mencapai kesepakatan baru itu adalah permintaan gaji yang diajukan Lorenzo. Pebalap berusia 23 tahun yang merupakan kandidat terkuat peraih gelar juara dunia MotoGP 2010 ini ditengarai menginginkan kenaikan gaji yang tinggi setelah kepergian Rossi. Meskipun demikian, Yamaha tetap yakin bahwa kesepakatan dengan mantan dua kali juara dunia kelas 250 cc tersebut akan segera tercapai.
"Manajerku, Marcos (Hirsch), datang ke Misano akhir pekan ini untuk berbicara dengan Yamaha. Saya berharap kami bisa mendapatkan solusi dalam beberapa pekan ke depan," tambah Lorenzo yang kini unggul 68 poin atas peringkat kedua, Dani Pedrosa.
Jika nasib Lorenzo belum pasti, maka lain halnya dengan pebalap tim satelit Yamaha Tech 3, Ben Spies. Kubu Yamaha telah mengumumkannya di Indianapolis pada akhir pekan lalu bahwa pebalap Amerika Serikat tersebut dipastikan akan menggantikan posisi Rossi.
Dari kubu Repsol Honda, kampatriot Lorenzo, Dani Pedrosa, belum menandatangani perpanjangan kontrak. Akan tetapi, kubu Honda mengatakan bahwa kesepakatan baru sudah hampir tercapai dan akan segera dikonfirmasi.
Saturday, September 10, 2011
Khofifah Indar Parawansa: Hak-Hak Kerahmatan Muslim-Nonmuslim
[ Minggu, 05 September 2010 ]
Khofifah Indar Parawansa: Hak-Hak Kerahmatan Muslim-Nonmuslim
Wamaa arsal naaka illa rahmatan lil 'alamin [Dan tiadalah mengutus kamu (ya Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin) QS Al-Anbiya' ayat 107].
---
SECARA etimologi, Islam berarti ''damai". Sedangkan rahmatan lil 'alamin berarti ''kasih sayang bagi semesta alam". Karena itu, yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil 'alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.
Rahmatan lil 'alamin adalah istilah qurani. Dan, istilah itu sudah terdapat dalam Alquran, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anbiya' di atas.
Ayat tersebut menegaskan bahwa jika diimplementasikan secara benar, dengan sendirinya ajaran Islam akan mendatangkan rahmat, baik untuk orang Islam maupun untuk seluruh alam, baik untuk laki-laki maupun perempuan, baik untuk mayoritas maupun minoritas. Rahmat adalah karunia yang dalam ajaran agama terbagi menjadi dua; rahmat dalam konteks rahman dan rahmat dalam konteks rahim.
Rahmat dalam konteks rahman adalah bersifat amma kulla syai', meliputi segala hal, sehingga orang-orang nonmuslim pun mempunyai hak kerahmatan. Rahim adalah kerahmatan Allah yang hanya diberikan kepada orang Islam. Jadi, rahim itu adalah khoshshun lil muslim.
Karena itu, apabila ajaran Islam dilaksanakan secara benar, rahman dan rahim Allah akan turun semua. Dengan demikian, berlakulah sunatullah; baik muslim maupun nonmuslim, kalau melakukan hal-hal yang diperlukan oleh kerahmanan, mereka akan mendapatkannya.
Kendati orang Islam, jika tidak melakukan ikhtiar kerahmanan, mereka tidak akan mendapatkan hasilnya. Dengan kata lain, terhadap karunia rahman ini, berlaku hukum kompetitif.
Contohnya, jika ada orang Islam yang bekerja tidak profesional, hasilnya pun tidak akan maksimal dalam memakmurkan hidupnya. Sementara itu, jika orang yang melakukan ikhtiar kerahmanan adalah nonmuslim, mereka pun akan mendapatkan kemakmuran secara ekonomi. Sebab, dalam hal ini, mereka mendapat sifat kerahmanan Allah yang berlaku universal (amma kulla syai').
Sedangkan hak atas surga ada pada sifat rahim Allah SWT. Karena itu, yang mendapat kerahiman ini adalah orang mukminin. Dengan demikian, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa rahmatan lil 'alamin adalah bersatunya karunia Allah yang tercakup di dalam kerahiman dan kerahmanan Allah.
Dalam konteks Islam rahmatan lil 'alamin, Islam telah mengatur tata hubungan yang menyangkut aspek teologis, ritual, sosial, dan humanitas. Dalam segi teologis, Islam memberikan rumusan tegas yang harus diyakini setiap pemeluknya. Tetapi, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk memaksa nonmuslim memeluk Islam. Begitu pula halnya dalam tataran ritual yang operasionalnya memang sudah ditentukan dalam Alquran dan Al-hadis.
Namun, dalam konteks sosial, menurut para ahli, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai ketentuan-ketentuan dasar atau pilar-pilarnya saja, yang penerjemahan operasionalnya secara detail dan komprehensif bergantung kepada kesepakatan dan pemahaman masing-masing komunitas, yang tentu memiliki keunikan berdasar keberagaman lokalitas nilai sejarah yang dimiliki.
Entitas Islam sebagai rahmatan lil 'alamin mengakui eksistensi pluralitas karena Islam memandang pluralitas sebagai sunatullah, yaitu fungsi pengujian Allah kepada manusia, faktor sosial, dan rekayasa sosial (social engineering) kemajuan umat manusia.
Pluralitas sebagai sunatullah telah diabadikan dalam banyak ayat Alquran, antara lain, dalam surat al-Hujurat ayat 13 yang maknanya: ''Hai manusia, sungguh kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
Ayat tersebut menempatkan kemajemukan atau pluralitas sebagai syarat determinan (conditio sine qua non) dalam penciptaan makhluk. Dalam Alquran, banyak ayat yang menyerukan perdamaian dan kasih sayang, antara lain, surat al-Hujurat ayat 10 yang memerintahkan kita untuk saling menjaga dan mempererat tali persaudaraan.
Allah SWT berfirman, yang maknanya: ''Sungguh orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat".
Terkait dengan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa benang merah yang bisa ditarik dari perintah itu adalah mewujudkan perdamaian; semua orang harus merasa bersaudara.
Dalam konteks itu, ada tiga macam persaudaraan (ukhuwwah). Pertama, ukhuwwah Islamiyyah, yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar keagamaan (Islam), baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. Kedua, ukhuwwah wathaniyyah, yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kebangsaan. Ketiga, ukhuwwah basyariyyah, yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kemanusiaan. Ketiga macam ukhuwah tersebut harus diwujudkan secara berimbang menurut posisi masing-masing. Satu dan lainnya tidak boleh dipertentangkan. Sebab, hanya melalui tiga dimensi ukhuwah itulah rahmatan lil 'alamin akan terealisasikan.
Rasulullah SAW memberikan contoh hidup damai dan penuh toleransi dalam lingkungan yang plural. Ketika di Madinah, beliau mendeklarasikan Piagam Madinah yang berisi jaminan hidup bersama secara damai dengan umat agama Iain. Begitu juga ketika menaklukkan Makkah, beliau menjamin setiap orang, termasuk musuh yang ditaklukkan, agar tetap merasa nyaman dan aman. Gereja-gereja dan sinagoge-sinagoge boleh menyelenggarakan peribadatan tanpa harus ketakutan.
Selama hampir 23 tahun perjuangan kenabiannya, Rasulullah SAW selalu menggunakan pendekatan dialog secara konsisten sehingga misi kerahmatan lintas suku, budaya, dan agama dapat dicapai dengan baik. Rasulullah meminta kepada para sahabat untuk tetap bersabar, tidak menggunakan kekerasan dan pemaksaan, apalagi pembunuhan. Bahkan, untuk menjaga keselamatan kaum muslimin -karena waktu itu (tahun ke-12 masa kenabian) kekuatan Islam masih lemah- beliau memutuskan untuk berhijrah ke Madinah.
Pada periode Madinah itu pun, Rasulullah tetap konsisten menggunakan pendekatan peradaban, yaitu membangun ketenangan masyarakat, menerapkan kebebasan beragama, dan kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama masing-masing yang dituangkan dalam Mitsaq Madinah, yang terkenal dengan sebutan Piagam Madinah.
Dalam konteks itu, rahmatan lil 'alamin yang diimplementasikan oleh NU didasarkan kepada basis pemikiran Aswaja (ahlussunnah waljama'ah), sebagai kebalikan dari ahlu bid'ah wadldlolalah yang biasanya membuat kreasi-kreasi keagamaan yang bertentangan dengan ajaran sunah.
NU menerjemahkan konsepsi rahmatan lil 'alamin lewat pendekatan tawassuth dan i'tidal yang dikonkretisasikan ke dalam sikap nahdliyah. Tawassuth atau garis tengah adalah cara membawakan atau menampilkan agama yang kontekstual. Sedangkan i'tidal adalah menyangkut kebenaran kognitifnya. Jadi, tawassuth itu menjelaskan posisi, sedangkan i'tidal adalah akurasi dan konsistensi.
Penggabungan tawassuth dan i'tidal dapat didefinisikan sebagai pengertian terhadap Islam yang tepat dan benar, kemudian dibawakan dengan metodologi yang benar pula. Kalau digabungkan, itu melahirkan kebenaran agama yang dibawakan secara benar pula. Dapat dikatakan pula, tawassuth dan i'tidal sebagai suatu sikap yang mengambil posisi di tengah, tetapi jalannya lurus. Sikap inilah yang diharapkan menjadi bagian dari prinsip menjalankan Islam rahmatan lil 'alamin. Menghadirkan agama secara kontekstual, menjaga sikap moderasi, serta menjaga konsistensi dalam bersikap dan bertindak. Jika prinsip-prinsip tersebut bisa dijalankan, bangunan kehidupan masyarakat yang damai insya Allah akan bisa diwujudkan.
Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muslimat
Friday, September 9, 2011
Is this Green Sunday
Is this Green Sunday???
When I started this blog, I thought I'd comment on environmental news stories. As it turns out, I would have time for little else as the media is completely saturated with climate change at the minute.
But today is worth a special mention. With David Cameron and Menzies Campbell banging the green drum on the telly this morning, David Milliband has broken cover and announced that Labour will consider green taxes after all, a big shift from previous Government comments.
Might this just be Green Sunday?
When I started this blog, I thought I'd comment on environmental news stories. As it turns out, I would have time for little else as the media is completely saturated with climate change at the minute.
But today is worth a special mention. With David Cameron and Menzies Campbell banging the green drum on the telly this morning, David Milliband has broken cover and announced that Labour will consider green taxes after all, a big shift from previous Government comments.
Might this just be Green Sunday?
Thursday, September 8, 2011
Korban Tewas Tragedi Buol Jadi Sembilan Orang
Korban Tewas Tragedi Buol Jadi Sembilan Orang
Aktivis Usul Bentuk Tim Independen JAKARTA - Insiden kerusuhan dan penembakan di Buol, Sulawesi Tengah, memicu keprihatinan para aktivis hak asasi manusia (HAM) di Jakarta. Mereka menilai kerusuhan yang merenggut tujuh nyawa warga sipil tersebut bisa masuk kategori pelanggaran berat HAM.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengusut peristiwa itu. Tim tersebut dinilai penting karena warga sudah tidak percaya terhadap polisi.
Koordinator Kontras Haris Azhar menyatakan, tim tersebut penting dibentuk karena hingga saat ini belum ada perkembangan berarti dalam penyelesaian kasus itu. Meski tim yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani sudah dikirim ke lokasi kerusuhan, dia menilai belum cukup.
Menurut Haris, tim independen tersebut harus terdiri atas sejumlah unsur, termasuk warga sipil. ''Idealnya, ada warga sipil, anggota kepolisian, Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), dan Komnas HAM,'' katanya kemarin (4/9). Selain itu, untuk mewakili masyarakat sipil, tim tersebut harus melibatkan warga lokal Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut Haris menuturkan, tim tersebut bisa diberi wewenang untuk memeriksa dugaan penyiksaan terhadap Kasmir. Tim juga harus menyelidiki korban tewas yang diduga tertembak aparat saat kerusuhan di Mapolsek Biau. Bahkan, dugaan pemukulan terhadap pegawai rumah sakit oleh anggota Brimob harus dituntaskan. ''Kami yakin Kasmir tewas secara tidak wajar,'' ujarnya.
Kontras juga menyayangkan penambahan pasukan Brimob dan TNI di Buol. Menurut dia, penambahan pasukan tersebut terkesan sebagai upaya polisi untuk mengalihkan isu seakan terjadi kerusuhan hebat. Padahal, kasus itu adalah bentuk ketidakpercayaan masyarakat kepada polisi. ''Karena itu, kami minta (pasukan tambahan) harus ditarik secepatnya untuk menghindarkan ketegangan,'' ujarnya.
Di tempat terpisah, Wakadivhumas Mabes Polri Kombespol Ketut Yoga Ana meminta semua pihak menunggu hasil investigasi tim yang dibentuk Mabes Polri. ''Siapa bilang kami tidak serius? Kalau Wakapolri yang dikirim, itu berarti sangat serius,'' tegasnya.
Mantan Kabaghumas Polda Metro Jaya tersebut menyatakan, semua unsur polisi yang terlibat dalam insiden akan diperiksa. ''Menentukan tingkat kesalahan itu tidak bisa terburu-buru. Perlu waktu untuk menuntaskan investigasi secara menyeluruh,'' katanya.
Sementara itu, korban kerusuhan Buol bertambah. Supriyadi, 29, korban penembakan polisi yang dirawat sejak Selasa malam (31/8), mengembuskan napas sekitar pukul 0730 Wita kemarin (4/9).
Sebetulnya, Supriyadi akan dirujuk ke RSUD Undata. Namun, sebelum rencana itu direalisasikan, bujangan yang akan menikah setelah Lebaran itu meninggal.
Sejak dirawat di RSUD Buol, kondisi Supriyadi terus memburuk. Dia terkena tembakan pada kantung kemih. Selama dirawat di rumah sakit, dia harus dibantu pernapasan oksigen. Saluran infus terpasang di bagian lengan dan kakinya. Beberapa saat setelah meninggal jenazah warga Desa Diat Kecamatan Bukal tersebut dibawa oleh kerabatnya ke kampung halamannya.
Supriyadi dimakamkan pukul 14.00 di pekuburan keluarga Desa Diat, Kecamatan Bukal. Pemakaman juga dihadiri Kapolda Sulteng Brigjen Pol M. Amin Saleh dan Danrem 132 Tadulako Kolonel (Kav) Thamrin Marzuki dan Wakil Bupati Poso Ramli Kadadia. Kapolda menyampaikan sambutan sebelum pelepasan jenazah. Kapolda juga menyerahkan santunan kepada keluarga Supriyadi.
Meninggalnya Supriyadi menambah daftar korban jiwa dalam bentrokan polisi dan warga. Sebelumnya, delapan orang tewas dalam bentrokan tersebut. Para korban itu adalah Kasmir Timumun, 19; Amran S Abijolu, 18; Ridwan, 23; Herman, 23; Muslimin, 25; Rasyid Jufri, 41; dan Saktifan, 39.
Dalam perkembangan lain, sembilan korban yang mengalami luka tembak tiba di Bandara Mutiara Palu kemarin sore (4/9) dengan pesawat Expres Air yang dicarter khusus Pemkab Buol. Sebelumnya, pesawat sempat mendarat di Bandara Luwuk karena cuaca buruk akibat hujan desar dan awan tebal di Palu.
Enam mobil ambulans milik Polri dan RSUD Undata disiagakan di bandara. Begitu tiba, korban langsung dibawa ke RSUD Undata, Palu. Sembilan korban tembak itu adalah Rio Armando, 20, warga Kelurahan Kali dengan luka tembak dibagian pelipis kanan; Hamdani, 31, warga Kelurahan Leok I dengan luka tembak di bagian lengan dan tangan kiri; Noldy, 24, warga Kelurahan Leok I luka tembak di bagian punggung; Alimin, 40, warga Kelurahan Pajeko, luka tembak di bagian punggung dan leher; Iwan, 23, warga Desa Lamadong, luka tembak di betis kiri; Agus Salim, 24, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di perut; Firman, 23, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di perut; Syamsudin Monoarfa, 27, warga Kelurahan Leok I dengan luka tembak di mata kanan; dan Agus Rasyid, 30, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di pantat. (kuh/rdl/c5/dwi)
Wednesday, September 7, 2011
KY Turun Tangan Telusuri Putusan Vonis Anggodo
KY Turun Tangan Telusuri Putusan Vonis Anggodo
Karena Memvonis Terlaru Ringan JAKARTA - Vonis ringan (empat tahun) dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kepada Anggodo Widjojo, terdakwa kasus suap dan dugaan menghalangi penyidikan KPK, mengusik banyak pihak. Karena itu, Komisi Yudisial (KY) segera turun tangan untuk menelusuri putusan tersebut.
"Akan kami lihat, ada kejanggalan dalam putusan itu atau tidak," kata Koordinator Bidang Pelayanan Masyarakat sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim KY Zainal Arifin kepada Jawa Pos kemarin (4/9). Mantan wakil ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi itu menerangkan, jika memang ditemukan kejanggalan dan kesalahan hakim dalam memberikan putusan, KY menindak lebih lanjut.
Namun, Zainal enggan berkomentar banyak tentang dugaan hakim tipikor memvonis dengan tidak adil. Menurut dia, kini KY masih menunggu salinan putusan sidang Anggodo. "Sampai sekarang belum kami terima," ucap pria kelahiran Bondowoso pada 1940 itu.
Lebih lanjut Zainal mengatakan, bila telah menerima salinan putusan, KY melakukan eksaminasi. Nah, dari situ KY bisa menelusuri putusan hakim tipikor bermasalah atau tidak. Sebab, dari putusan itu akan tecermin perilaku para hakim, apakah bermasalah atau tidak. Misalnya, ada perbedaan antara pertimbangan dan amar putusan. "Pokoknya, kami siap menindak kalau mereka (hakim tipikor) terbukti salah," imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Koordinator Bidang Hubungan Antarlembaga KY Soekotjo Soeparto. Dia mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau masyarakat luas lain melapor kepada KY jika menganggap ada kejanggalan dalam putusan sidang Anggodo.
Menurut alumnus Fakultas Hukum UI tersebut, sebaiknya KPK juga menunjukkan bukti-bukti yang mengarah ke ketidakprofesionalan para hakim. Sebab, KY pun akan menelusurinya dari bukti-bukti itu. Meski tidak bisa mengubah putusan hakim, jika benar-benar para hakim terbukti bersalah, KY menindak mereka dengan tegas.
Sementara itu, upaya banding KPK atas vonis Anggodo dinilai sebagai langkah tepat oleh kubu Ari Muladi. Kuasa hukum Ari, Sugeng Teguh Santosa, menguraikan bahwa vonis Anggodo yang menggugurkan dakwaan kedua soal upaya menghalang-halangi penyidikan tidaklah tepat.
"Ada beberapa alasan. Putusan hakim yang menggugurkan pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor tidak tepat," tutur Sugeng kemarin. (kuh/ken/c11/iro)
Subscribe to:
Posts (Atom)