Saturday, September 10, 2011

Khofifah Indar Parawansa: Hak-Hak Kerahmatan Muslim-Nonmuslim

[ Minggu, 05 September 2010 ]
Khofifah Indar Parawansa: Hak-Hak Kerahmatan Muslim-Nonmuslim
Wamaa arsal naaka illa rahmatan lil 'alamin

[Dan tiadalah mengutus kamu (ya Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin) QS Al-Anbiya' ayat 107].

---

SECARA etimologi, Islam berarti ''damai". Sedangkan rahmatan lil 'alamin berarti ''kasih sayang bagi semesta alam". Karena itu, yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil 'alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.

Rahmatan lil 'alamin adalah istilah qurani. Dan, istilah itu sudah terdapat dalam Alquran, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anbiya' di atas.

Ayat tersebut menegaskan bahwa jika diimplementasikan secara benar, dengan sendirinya ajaran Islam akan mendatangkan rahmat, baik untuk orang Islam maupun untuk seluruh alam, baik untuk laki-laki maupun perempuan, baik untuk mayoritas maupun minoritas. Rahmat adalah karunia yang dalam ajaran agama terbagi menjadi dua; rahmat dalam konteks rahman dan rahmat dalam konteks rahim.

Rahmat dalam konteks rahman adalah bersifat amma kulla syai', meliputi segala hal, sehingga orang-orang nonmuslim pun mempunyai hak kerahmatan. Rahim adalah kerahmatan Allah yang hanya diberikan kepada orang Islam. Jadi, rahim itu adalah khoshshun lil muslim.

Karena itu, apabila ajaran Islam dilaksanakan secara benar, rahman dan rahim Allah akan turun semua. Dengan demikian, berlakulah sunatullah; baik muslim maupun nonmuslim, kalau melakukan hal-hal yang diperlukan oleh kerahmanan, mereka akan mendapatkannya.

Kendati orang Islam, jika tidak melakukan ikhtiar kerahmanan, mereka tidak akan mendapatkan hasilnya. Dengan kata lain, terhadap karunia rahman ini, berlaku hukum kompetitif.

Contohnya, jika ada orang Islam yang bekerja tidak profesional, hasilnya pun tidak akan maksimal dalam memakmurkan hidupnya. Sementara itu, jika orang yang melakukan ikhtiar kerahmanan adalah nonmuslim, mereka pun akan mendapatkan kemakmuran secara ekonomi. Sebab, dalam hal ini, mereka mendapat sifat kerahmanan Allah yang berlaku universal (amma kulla syai').

Sedangkan hak atas surga ada pada sifat rahim Allah SWT. Karena itu, yang mendapat kerahiman ini adalah orang mukminin. Dengan demikian, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa rahmatan lil 'alamin adalah bersatunya karunia Allah yang tercakup di dalam kerahiman dan kerahmanan Allah.

Dalam konteks Islam rahmatan lil 'alamin, Islam telah mengatur tata hubungan yang menyangkut aspek teologis, ritual, sosial, dan humanitas. Dalam segi teologis, Islam memberikan rumusan tegas yang harus diyakini setiap pemeluknya. Tetapi, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk memaksa nonmuslim memeluk Islam. Begitu pula halnya dalam tataran ritual yang operasionalnya memang sudah ditentukan dalam Alquran dan Al-hadis.

Namun, dalam konteks sosial, menurut para ahli, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai ketentuan-ketentuan dasar atau pilar-pilarnya saja, yang penerjemahan operasionalnya secara detail dan komprehensif bergantung kepada kesepakatan dan pemahaman masing-masing komunitas, yang tentu memiliki keunikan berdasar keberagaman lokalitas nilai sejarah yang dimiliki.

Entitas Islam sebagai rahmatan lil 'alamin mengakui eksistensi pluralitas karena Islam memandang pluralitas sebagai sunatullah, yaitu fungsi pengujian Allah kepada manusia, faktor sosial, dan rekayasa sosial (social engineering) kemajuan umat manusia.

Pluralitas sebagai sunatullah telah diabadikan dalam banyak ayat Alquran, antara lain, dalam surat al-Hujurat ayat 13 yang maknanya: ''Hai manusia, sungguh kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

Ayat tersebut menempatkan kemajemukan atau pluralitas sebagai syarat determinan (conditio sine qua non) dalam penciptaan makhluk. Dalam Alquran, banyak ayat yang menyerukan perdamaian dan kasih sayang, antara lain, surat al-Hujurat ayat 10 yang memerintahkan kita untuk saling menjaga dan mempererat tali persaudaraan.

Allah SWT berfirman, yang maknanya: ''Sungguh orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat".

Terkait dengan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa benang merah yang bisa ditarik dari perintah itu adalah mewujudkan perdamaian; semua orang harus merasa bersaudara.

Dalam konteks itu, ada tiga macam persaudaraan (ukhuwwah). Pertama, ukhuwwah Islamiyyah, yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar keagamaan (Islam), baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. Kedua, ukhuwwah wathaniyyah, yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kebangsaan. Ketiga, ukhuwwah basyariyyah, yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kemanusiaan. Ketiga macam ukhuwah tersebut harus diwujudkan secara berimbang menurut posisi masing-masing. Satu dan lainnya tidak boleh dipertentangkan. Sebab, hanya melalui tiga dimensi ukhuwah itulah rahmatan lil 'alamin akan terealisasikan.

Rasulullah SAW memberikan contoh hidup damai dan penuh toleransi dalam lingkungan yang plural. Ketika di Madinah, beliau mendeklarasikan Piagam Madinah yang berisi jaminan hidup bersama secara damai dengan umat agama Iain. Begitu juga ketika menaklukkan Makkah, beliau menjamin setiap orang, termasuk musuh yang ditaklukkan, agar tetap merasa nyaman dan aman. Gereja-gereja dan sinagoge-sinagoge boleh menyelenggarakan peribadatan tanpa harus ketakutan.

Selama hampir 23 tahun perjuangan kenabiannya, Rasulullah SAW selalu menggunakan pendekatan dialog secara konsisten sehingga misi kerahmatan lintas suku, budaya, dan agama dapat dicapai dengan baik. Rasulullah meminta kepada para sahabat untuk tetap bersabar, tidak menggunakan kekerasan dan pemaksaan, apalagi pembunuhan. Bahkan, untuk menjaga keselamatan kaum muslimin -karena waktu itu (tahun ke-12 masa kenabian) kekuatan Islam masih lemah- beliau memutuskan untuk berhijrah ke Madinah.

Pada periode Madinah itu pun, Rasulullah tetap konsisten menggunakan pendekatan peradaban, yaitu membangun ketenangan masyarakat, menerapkan kebebasan beragama, dan kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama masing-masing yang dituangkan dalam Mitsaq Madinah, yang terkenal dengan sebutan Piagam Madinah.

Dalam konteks itu, rahmatan lil 'alamin yang diimplementasikan oleh NU didasarkan kepada basis pemikiran Aswaja (ahlussunnah waljama'ah), sebagai kebalikan dari ahlu bid'ah wadldlolalah yang biasanya membuat kreasi-kreasi keagamaan yang bertentangan dengan ajaran sunah.

NU menerjemahkan konsepsi rahmatan lil 'alamin lewat pendekatan tawassuth dan i'tidal yang dikonkretisasikan ke dalam sikap nahdliyah. Tawassuth atau garis tengah adalah cara membawakan atau menampilkan agama yang kontekstual. Sedangkan i'tidal adalah menyangkut kebenaran kognitifnya. Jadi, tawassuth itu menjelaskan posisi, sedangkan i'tidal adalah akurasi dan konsistensi.

Penggabungan tawassuth dan i'tidal dapat didefinisikan sebagai pengertian terhadap Islam yang tepat dan benar, kemudian dibawakan dengan metodologi yang benar pula. Kalau digabungkan, itu melahirkan kebenaran agama yang dibawakan secara benar pula. Dapat dikatakan pula, tawassuth dan i'tidal sebagai suatu sikap yang mengambil posisi di tengah, tetapi jalannya lurus. Sikap inilah yang diharapkan menjadi bagian dari prinsip menjalankan Islam rahmatan lil 'alamin. Menghadirkan agama secara kontekstual, menjaga sikap moderasi, serta menjaga konsistensi dalam bersikap dan bertindak. Jika prinsip-prinsip tersebut bisa dijalankan, bangunan kehidupan masyarakat yang damai insya Allah akan bisa diwujudkan.

Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muslimat

Friday, September 9, 2011

Is this Green Sunday

Is this Green Sunday???

When I started this blog, I thought I'd comment on environmental news stories. As it turns out, I would have time for little else as the media is completely saturated with climate change at the minute.

But today is worth a special mention. With David Cameron and Menzies Campbell banging the green drum on the telly this morning, David Milliband has broken cover and announced that Labour will consider green taxes after all, a big shift from previous Government comments.

Might this just be Green Sunday?

Thursday, September 8, 2011

Korban Tewas Tragedi Buol Jadi Sembilan Orang

Korban Tewas Tragedi Buol Jadi Sembilan Orang
Aktivis Usul Bentuk Tim Independen

JAKARTA - Insiden kerusuhan dan penembakan di Buol, Sulawesi Tengah, memicu keprihatinan para aktivis hak asasi manusia (HAM) di Jakarta. Mereka menilai kerusuhan yang merenggut tujuh nyawa warga sipil tersebut bisa masuk kategori pelanggaran berat HAM.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengusut peristiwa itu. Tim tersebut dinilai penting karena warga sudah tidak percaya terhadap polisi.

Koordinator Kontras Haris Azhar menyatakan, tim tersebut penting dibentuk karena hingga saat ini belum ada perkembangan berarti dalam penyelesaian kasus itu. Meski tim yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani sudah dikirim ke lokasi kerusuhan, dia menilai belum cukup.

Menurut Haris, tim independen tersebut harus terdiri atas sejumlah unsur, termasuk warga sipil. ''Idealnya, ada warga sipil, anggota kepolisian, Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), dan Komnas HAM,'' katanya kemarin (4/9). Selain itu, untuk mewakili masyarakat sipil, tim tersebut harus melibatkan warga lokal Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut Haris menuturkan, tim tersebut bisa diberi wewenang untuk memeriksa dugaan penyiksaan terhadap Kasmir. Tim juga harus menyelidiki korban tewas yang diduga tertembak aparat saat kerusuhan di Mapolsek Biau. Bahkan, dugaan pemukulan terhadap pegawai rumah sakit oleh anggota Brimob harus dituntaskan. ''Kami yakin Kasmir tewas secara tidak wajar,'' ujarnya.

Kontras juga menyayangkan penambahan pasukan Brimob dan TNI di Buol. Menurut dia, penambahan pasukan tersebut terkesan sebagai upaya polisi untuk mengalihkan isu seakan terjadi kerusuhan hebat. Padahal, kasus itu adalah bentuk ketidakpercayaan masyarakat kepada polisi. ''Karena itu, kami minta (pasukan tambahan) harus ditarik secepatnya untuk menghindarkan ketegangan,'' ujarnya.

Di tempat terpisah, Wakadivhumas Mabes Polri Kombespol Ketut Yoga Ana meminta semua pihak menunggu hasil investigasi tim yang dibentuk Mabes Polri. ''Siapa bilang kami tidak serius? Kalau Wakapolri yang dikirim, itu berarti sangat serius,'' tegasnya.

Mantan Kabaghumas Polda Metro Jaya tersebut menyatakan, semua unsur polisi yang terlibat dalam insiden akan diperiksa. ''Menentukan tingkat kesalahan itu tidak bisa terburu-buru. Perlu waktu untuk menuntaskan investigasi secara menyeluruh,'' katanya.

Sementara itu, korban kerusuhan Buol bertambah. Supriyadi, 29, korban penembakan polisi yang dirawat sejak Selasa malam (31/8), mengembuskan napas sekitar pukul 0730 Wita kemarin (4/9).

Sebetulnya, Supriyadi akan dirujuk ke RSUD Undata. Namun, sebelum rencana itu direalisasikan, bujangan yang akan menikah setelah Lebaran itu meninggal.

Sejak dirawat di RSUD Buol, kondisi Supriyadi terus memburuk. Dia terkena tembakan pada kantung kemih. Selama dirawat di rumah sakit, dia harus dibantu pernapasan oksigen. Saluran infus terpasang di bagian lengan dan kakinya. Beberapa saat setelah meninggal jenazah warga Desa Diat Kecamatan Bukal tersebut dibawa oleh kerabatnya ke kampung halamannya.

Supriyadi dimakamkan pukul 14.00 di pekuburan keluarga Desa Diat, Kecamatan Bukal. Pemakaman juga dihadiri Kapolda Sulteng Brigjen Pol M. Amin Saleh dan Danrem 132 Tadulako Kolonel (Kav) Thamrin Marzuki dan Wakil Bupati Poso Ramli Kadadia. Kapolda menyampaikan sambutan sebelum pelepasan jenazah. Kapolda juga menyerahkan santunan kepada keluarga Supriyadi.

Meninggalnya Supriyadi menambah daftar korban jiwa dalam bentrokan polisi dan warga. Sebelumnya, delapan orang tewas dalam bentrokan tersebut. Para korban itu adalah Kasmir Timumun, 19; Amran S Abijolu, 18; Ridwan, 23; Herman, 23; Muslimin, 25; Rasyid Jufri, 41; dan Saktifan, 39.

Dalam perkembangan lain, sembilan korban yang mengalami luka tembak tiba di Bandara Mutiara Palu kemarin sore (4/9) dengan pesawat Expres Air yang dicarter khusus Pemkab Buol. Sebelumnya, pesawat sempat mendarat di Bandara Luwuk karena cuaca buruk akibat hujan desar dan awan tebal di Palu.

Enam mobil ambulans milik Polri dan RSUD Undata disiagakan di bandara. Begitu tiba, korban langsung dibawa ke RSUD Undata, Palu. Sembilan korban tembak itu adalah Rio Armando, 20, warga Kelurahan Kali dengan luka tembak dibagian pelipis kanan; Hamdani, 31, warga Kelurahan Leok I dengan luka tembak di bagian lengan dan tangan kiri; Noldy, 24, warga Kelurahan Leok I luka tembak di bagian punggung; Alimin, 40, warga Kelurahan Pajeko, luka tembak di bagian punggung dan leher; Iwan, 23, warga Desa Lamadong, luka tembak di betis kiri; Agus Salim, 24, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di perut; Firman, 23, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di perut; Syamsudin Monoarfa, 27, warga Kelurahan Leok I dengan luka tembak di mata kanan; dan Agus Rasyid, 30, warga Kelurahan Leok II dengan luka tembak di pantat. (kuh/rdl/c5/dwi)

Wednesday, September 7, 2011

KY Turun Tangan Telusuri Putusan Vonis Anggodo

KY Turun Tangan Telusuri Putusan Vonis Anggodo
Karena Memvonis Terlaru Ringan

JAKARTA - Vonis ringan (empat tahun) dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kepada Anggodo Widjojo, terdakwa kasus suap dan dugaan menghalangi penyidikan KPK, mengusik banyak pihak. Karena itu, Komisi Yudisial (KY) segera turun tangan untuk menelusuri putusan tersebut.

"Akan kami lihat, ada kejanggalan dalam putusan itu atau tidak," kata Koordinator Bidang Pelayanan Masyarakat sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim KY Zainal Arifin kepada Jawa Pos kemarin (4/9). Mantan wakil ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi itu menerangkan, jika memang ditemukan kejanggalan dan kesalahan hakim dalam memberikan putusan, KY menindak lebih lanjut.

Namun, Zainal enggan berkomentar banyak tentang dugaan hakim tipikor memvonis dengan tidak adil. Menurut dia, kini KY masih menunggu salinan putusan sidang Anggodo. "Sampai sekarang belum kami terima," ucap pria kelahiran Bondowoso pada 1940 itu.

Lebih lanjut Zainal mengatakan, bila telah menerima salinan putusan, KY melakukan eksaminasi. Nah, dari situ KY bisa menelusuri putusan hakim tipikor bermasalah atau tidak. Sebab, dari putusan itu akan tecermin perilaku para hakim, apakah bermasalah atau tidak. Misalnya, ada perbedaan antara pertimbangan dan amar putusan. "Pokoknya, kami siap menindak kalau mereka (hakim tipikor) terbukti salah," imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Bidang Hubungan Antarlembaga KY Soekotjo Soeparto. Dia mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau masyarakat luas lain melapor kepada KY jika menganggap ada kejanggalan dalam putusan sidang Anggodo.

Menurut alumnus Fakultas Hukum UI tersebut, sebaiknya KPK juga menunjukkan bukti-bukti yang mengarah ke ketidakprofesionalan para hakim. Sebab, KY pun akan menelusurinya dari bukti-bukti itu. Meski tidak bisa mengubah putusan hakim, jika benar-benar para hakim terbukti bersalah, KY menindak mereka dengan tegas.

Sementara itu, upaya banding KPK atas vonis Anggodo dinilai sebagai langkah tepat oleh kubu Ari Muladi. Kuasa hukum Ari, Sugeng Teguh Santosa, menguraikan bahwa vonis Anggodo yang menggugurkan dakwaan kedua soal upaya menghalang-halangi penyidikan tidaklah tepat.

"Ada beberapa alasan. Putusan hakim yang menggugurkan pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor tidak tepat," tutur Sugeng kemarin. (kuh/ken/c11/iro)

Tuesday, September 6, 2011

Salurkan Hobi pada Pekerjaan

[ Minggu, 05 September 2010 ]
Salurkan Hobi pada Pekerjaan
MUDA, cantik, dan sudah jadi bos. Itulah gambaran Christine, Irena, Inggrid, dan Angela. Mereka memiliki usaha yang bergerak dalam bidang desain. Bagaimana serunya mereka beraktivitas?

---

Apa enaknya bekerja dalam dunia desain?

Inggrid: Bisa menyelami ide lebih dalam.

Irena: Semua ide liar bisa diimajinasikan dalam bentuk nyata.

Angela: Hobi tersalurkan. Sebab, sejak kecil, aku memang suka gambar. Kalau lagi ada proyek di luar kota, aku bisa menjelajah dan jalan-jalan.

Christine: Menyalurkan hobi dan mengasah kreativitas.

Dari mana mendapat ide untuk mendesain?

Inggrid: Dari referensi buku grafis. Aku memang hobi baca buku yang berhubungan dengan dunia grafis

Irena: Biasanya, dari film. Interiornya dengan setting berbagai tempat menginspirasi aku.

Angela: Sama. Aku hobi nonton film. Jadi, aku suka mengamati detail interiornya.

Christine: Aku dapat dari buku. Tapi, kebanyakan dari referensi klien.

Apa saja yang didesain?

Christine: Aku lebih banyak buat desain interior untuk rumah.

Angela: Kalau aku, desain interior apartemen, residence.

Irena: Sekarang aku kebanyakan buat desain interior untuk toko dan tempat kursus.

Inggrid: Kebanyakan ya yang berhubungan dengan grafis, seperti company profile, ID perusahaan, dan logo.

Apakah memiliki desain favorit?

Inggrid: Aku suka desain yang di luar desain umum. Pokoknya, desain yang melawan mainstream.

Irena: Aku lebih suka minimalis. Sebab, aku juga orang yang simpel.

Angela: Bingung. Aku suka dua, minimalis dan klasik modern. Kesannya simpel dan nggak rame.

Crhistine: Aku suka desain dengan padu padan etnik.

Dari mana mendapat konsumen?

Angela: Dari teman dan saudara. Tapi, aku juga bikin brosur untuk tambahan promosi.

Christine: Biasanya, aku pake dunia maya, lewat website dan Facebook.

Inggrid: Orang yang pakai hasil karyaku akan merekomendasikan dari mulut ke mulut.

Irena: Aku dapat dari teman-teman. Mereka percaya pada produk kami karena pengalaman dari teman yang diceritakan.

Apakah ada staf atau partner kerja?

Irena: Aku punya partner kerja lebih dari 20 orang. Biasanya, aku bertugas di bagian desain. Yang membuat bentuk fisiknya ya partnerku.

Christine: Aku kerja sama lima orang. Tiga masuk tim dan dua tukang.

Inggrid: Sampai sekarang belum. Sebab, aku lebih bergerak pada bidang grafis sehingga masih bisa dikerjakan sendiri.

Angela: Punya dong. Aku dan suami yang mendesain. Tukang ngerjain fisiknya.

Adakah pengalaman mendesain yang paling berkesan?

Irena: Waktu itu, aku harus buat desain dengan budget no limit. Jadi, aku senang karena bisa sesuka hati berekspresi.

Angela: Aku pernah membuat show unit di sebuah apartemen yang cukup terkenal di Surabaya. Aku bangga banget karena sesuai dengan keinginan meskipun bentuknya simpel.

Christine: Waktu buat interior di sebuah mal. Pekerjaannya harus dilakukan sampai malam. Walhasil, aku harus lembur setiap hari.

Inggrid: Rata-rata semua berkesan.

Masih muda sudah punya penghasilan sendiri. Uang hasil kerja digunakan untuk apa?

Irena: Buat jalan-jalan dan membeli gadget.

Inggrid: Kebanyakan untuk tambahan dana operasional usaha biar usaha bisa jalan terus

Angela: Ditabung dan menambah modal untuk mengembangkan usaha.

Christine: Sama. (upi/c12/nda)

---

DATA CHAT

Inggrid Wenas (Inggrid)

Surabaya, 9 Juli 1986

Berpasangan

Graphic Designer Inggrid Wenas Designer

Irena Theodore (Irena)

Surabaya, 23 Januari 1986

Single

Interior Designer D.O.T Design

Lousia Angela Bawono (Angela)

Surabaya, 13 Juli 1986

Menikah

Interior Designer VIS Interior

Christine Suhari (Christine)

Surabaya, 12 Juni 1986

Berpasangan

Arsitek dan Interior Designer I Space

Polisi Dalami Motif Masalah Internal Keluarga

Polisi Dalami Motif Masalah Internal Keluarga
KENDATI potongan terbesar teka-teki misteri penculikan Aaron Kent Sucitro belum di tangan, sejumlah fakta yang ditemukan membuat polisi yakin bahwa masalah internal keluarga menjadi faktor utama. ''Peristiwanya memang ada. Yakni, pemepetan Honda Jazz oleh Avanza Hitam dan pengambilan paksa Aaron. Namun, sudah ada skenario di balik itu,'' tutur seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut.

Selain keterangan Eko Sulistyono, sopir Aaron, ada keterangan dari seorang sopir yang juga tiap hari mengantar jemput anak majikannya di IPH Schools. Dia adalah Supri. Kendati belum diperiksa secara resmi, Supri mengatakan melihat sendiri adanya penculikan. Bahkan, Supri juga melihat Aaron yang digendong penculik.

Namun, polisi yakin bahwa alur penculikan biasa yang polanya adalah ''orang luar yang menculik dibantu orang dalam untuk minta tebusan" tidak berlaku dalam kasus Aaron. ''Yang pertama, tidak ada kontak apa pun antara penculik dan keluarga korban,'' ucapnya. Itu aneh. Karena modus penculikan yang begitu terarah, seharusnya hanya ada dua motif, yakni meminta tebusan atau membalas dendam.

Soal tebusan, polisi hampir memastikan tidak ada. Soal balas dendam, ini yang bermacam-macam. Balas dendam dari orang luar (seperti sopir yang dipecat, teman yang ditelikung usahanya) karena sakit hati pasti akan langsung menghubungi dan kemudian meminta macam-macam sebagai pelampiasan sakit hati. Ada juga yang balas dendam karena ada masalah internal keluarga.

Untuk itu, polisi cenderung ke balas dendam karena ada masalah internal keluarga. ''Balas dendam orang luar untuk pelampiasan sakit hati hampir tak mungkin. Sebab, tak ada kontak sama sekali. Mana mungkin, orang membalas dendam dengan cara menculik, terus kemudian diam saja,'' jelasnya.

Maka, satu-satunya yang tersisa adalah masalah internal keluarga. Hanya, apakah masalah internal keluarga itu, sumber tersebut mengatakan masih mencarinya. ''Kami berharap pihak keluarga bisa sangat terus terang untuk membantu kami mengungkap kasus tersebut,'' ucapnya.

Selain itu, sumber tersebut menyatakan penasaran kalau memang masalah internal keluarga, kenapa sampai harus ada ''adegan penculikan" seperti itu. ''Itu yang masih belum kami ketahui,'' tuturnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan, semuanya masih serbamungkin. ''Tapi memang iya, kami mulai condong bahwa ini disebabkan masalah internal keluarga. Hanya apa persisnya, itu yang masih kami selidiki. Masih banyak detail yang belum kami peroleh,'' tegas lulusan Akpol 1994 tersebut. (ano/c7/nw)

Monday, September 5, 2011

Hudson dapat Inspirasi dari Film dan YouTube

Hudson dapat Inspirasi dari Film dan YouTube
KONSEP two face yang dibawa Hudson Prananjaya berhasil membuat dirinya bertahan di babak lima besar Indonesia Mencari Bakat. Kepala pria 31 tahun kelahiran Jogjakarta itu penuh dengan konsep pertunjukan yang menghibur. Seberapa jauh persiapan Hudson untuk memenangi kompetisi?

---

Bagaimana rasanya masuk lima besar?

Senang dan tidak menyangka. Tapi, saya pasrah saja. Ini jalan yang dikasih Tuhan. Dijalani saja. Saya selalu berusaha membuat konsep yang tidak ada resepnya. Dalam arti, kalau ada resepnya berarti bisa diprediksi. Ini justru sebaliknya.

Pernah kehabisan ide?

Syukurlah nggak. Namun, saya selalu meyakinkan diri, tidak pernah ada kata tidak bisa. Memang kadang sebagai manusia ada batasnya ya. Tapi, kreativitas kan sebenarnya tidak berbatas. Yang penting tidak dipaksakan supaya hasilnya tetap maksimal.

Dari mana mendapatkan inspirasi?

Inspirasi itu luas. Bisa dari film, bisa dari YouTube. Buat saya, YouTube itu kantong Doraemon. Semua ada di sana. YouTube bisa jadi referensi untuk mencari konsep.

Seberapa besar keinginan Hudson untuk menang?

Kalau menurut saya, masalah menang atau tidak itu tinggal faktor keberuntungan saja. Lima besar ini semuanya bagus dan kuat. Semuanya mewakili masing-masing. Tinggal masyarakat memilih yang mana. Kami sendiri sudah merasa tidak ada persaingan satu sama lain. Kita sudah sama-sama lelah, sama-sama berjuang.

Katanya, Hudson akan memiliki acara sendiri, Hudson and Jessica Show?

Wah, saya malah belum tahu. Kalau benar, itu tantangan buat saya. Saya pasti akan bekerja sesuai dengan isi hati. Sebab, pada dasarnya saya seniman. Saya tidak mau disebut selebriti.

Kenapa nggak mau jadi selebriti?

Saya mau jadi seniman saja. Lebih sreg. Jadi artis nggak enak, nanti dikejar-kejar. Digosipkan. (jan/c13/ayi)