Tuesday, September 6, 2011

Salurkan Hobi pada Pekerjaan

[ Minggu, 05 September 2010 ]
Salurkan Hobi pada Pekerjaan
MUDA, cantik, dan sudah jadi bos. Itulah gambaran Christine, Irena, Inggrid, dan Angela. Mereka memiliki usaha yang bergerak dalam bidang desain. Bagaimana serunya mereka beraktivitas?

---

Apa enaknya bekerja dalam dunia desain?

Inggrid: Bisa menyelami ide lebih dalam.

Irena: Semua ide liar bisa diimajinasikan dalam bentuk nyata.

Angela: Hobi tersalurkan. Sebab, sejak kecil, aku memang suka gambar. Kalau lagi ada proyek di luar kota, aku bisa menjelajah dan jalan-jalan.

Christine: Menyalurkan hobi dan mengasah kreativitas.

Dari mana mendapat ide untuk mendesain?

Inggrid: Dari referensi buku grafis. Aku memang hobi baca buku yang berhubungan dengan dunia grafis

Irena: Biasanya, dari film. Interiornya dengan setting berbagai tempat menginspirasi aku.

Angela: Sama. Aku hobi nonton film. Jadi, aku suka mengamati detail interiornya.

Christine: Aku dapat dari buku. Tapi, kebanyakan dari referensi klien.

Apa saja yang didesain?

Christine: Aku lebih banyak buat desain interior untuk rumah.

Angela: Kalau aku, desain interior apartemen, residence.

Irena: Sekarang aku kebanyakan buat desain interior untuk toko dan tempat kursus.

Inggrid: Kebanyakan ya yang berhubungan dengan grafis, seperti company profile, ID perusahaan, dan logo.

Apakah memiliki desain favorit?

Inggrid: Aku suka desain yang di luar desain umum. Pokoknya, desain yang melawan mainstream.

Irena: Aku lebih suka minimalis. Sebab, aku juga orang yang simpel.

Angela: Bingung. Aku suka dua, minimalis dan klasik modern. Kesannya simpel dan nggak rame.

Crhistine: Aku suka desain dengan padu padan etnik.

Dari mana mendapat konsumen?

Angela: Dari teman dan saudara. Tapi, aku juga bikin brosur untuk tambahan promosi.

Christine: Biasanya, aku pake dunia maya, lewat website dan Facebook.

Inggrid: Orang yang pakai hasil karyaku akan merekomendasikan dari mulut ke mulut.

Irena: Aku dapat dari teman-teman. Mereka percaya pada produk kami karena pengalaman dari teman yang diceritakan.

Apakah ada staf atau partner kerja?

Irena: Aku punya partner kerja lebih dari 20 orang. Biasanya, aku bertugas di bagian desain. Yang membuat bentuk fisiknya ya partnerku.

Christine: Aku kerja sama lima orang. Tiga masuk tim dan dua tukang.

Inggrid: Sampai sekarang belum. Sebab, aku lebih bergerak pada bidang grafis sehingga masih bisa dikerjakan sendiri.

Angela: Punya dong. Aku dan suami yang mendesain. Tukang ngerjain fisiknya.

Adakah pengalaman mendesain yang paling berkesan?

Irena: Waktu itu, aku harus buat desain dengan budget no limit. Jadi, aku senang karena bisa sesuka hati berekspresi.

Angela: Aku pernah membuat show unit di sebuah apartemen yang cukup terkenal di Surabaya. Aku bangga banget karena sesuai dengan keinginan meskipun bentuknya simpel.

Christine: Waktu buat interior di sebuah mal. Pekerjaannya harus dilakukan sampai malam. Walhasil, aku harus lembur setiap hari.

Inggrid: Rata-rata semua berkesan.

Masih muda sudah punya penghasilan sendiri. Uang hasil kerja digunakan untuk apa?

Irena: Buat jalan-jalan dan membeli gadget.

Inggrid: Kebanyakan untuk tambahan dana operasional usaha biar usaha bisa jalan terus

Angela: Ditabung dan menambah modal untuk mengembangkan usaha.

Christine: Sama. (upi/c12/nda)

---

DATA CHAT

Inggrid Wenas (Inggrid)

Surabaya, 9 Juli 1986

Berpasangan

Graphic Designer Inggrid Wenas Designer

Irena Theodore (Irena)

Surabaya, 23 Januari 1986

Single

Interior Designer D.O.T Design

Lousia Angela Bawono (Angela)

Surabaya, 13 Juli 1986

Menikah

Interior Designer VIS Interior

Christine Suhari (Christine)

Surabaya, 12 Juni 1986

Berpasangan

Arsitek dan Interior Designer I Space

Polisi Dalami Motif Masalah Internal Keluarga

Polisi Dalami Motif Masalah Internal Keluarga
KENDATI potongan terbesar teka-teki misteri penculikan Aaron Kent Sucitro belum di tangan, sejumlah fakta yang ditemukan membuat polisi yakin bahwa masalah internal keluarga menjadi faktor utama. ''Peristiwanya memang ada. Yakni, pemepetan Honda Jazz oleh Avanza Hitam dan pengambilan paksa Aaron. Namun, sudah ada skenario di balik itu,'' tutur seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut.

Selain keterangan Eko Sulistyono, sopir Aaron, ada keterangan dari seorang sopir yang juga tiap hari mengantar jemput anak majikannya di IPH Schools. Dia adalah Supri. Kendati belum diperiksa secara resmi, Supri mengatakan melihat sendiri adanya penculikan. Bahkan, Supri juga melihat Aaron yang digendong penculik.

Namun, polisi yakin bahwa alur penculikan biasa yang polanya adalah ''orang luar yang menculik dibantu orang dalam untuk minta tebusan" tidak berlaku dalam kasus Aaron. ''Yang pertama, tidak ada kontak apa pun antara penculik dan keluarga korban,'' ucapnya. Itu aneh. Karena modus penculikan yang begitu terarah, seharusnya hanya ada dua motif, yakni meminta tebusan atau membalas dendam.

Soal tebusan, polisi hampir memastikan tidak ada. Soal balas dendam, ini yang bermacam-macam. Balas dendam dari orang luar (seperti sopir yang dipecat, teman yang ditelikung usahanya) karena sakit hati pasti akan langsung menghubungi dan kemudian meminta macam-macam sebagai pelampiasan sakit hati. Ada juga yang balas dendam karena ada masalah internal keluarga.

Untuk itu, polisi cenderung ke balas dendam karena ada masalah internal keluarga. ''Balas dendam orang luar untuk pelampiasan sakit hati hampir tak mungkin. Sebab, tak ada kontak sama sekali. Mana mungkin, orang membalas dendam dengan cara menculik, terus kemudian diam saja,'' jelasnya.

Maka, satu-satunya yang tersisa adalah masalah internal keluarga. Hanya, apakah masalah internal keluarga itu, sumber tersebut mengatakan masih mencarinya. ''Kami berharap pihak keluarga bisa sangat terus terang untuk membantu kami mengungkap kasus tersebut,'' ucapnya.

Selain itu, sumber tersebut menyatakan penasaran kalau memang masalah internal keluarga, kenapa sampai harus ada ''adegan penculikan" seperti itu. ''Itu yang masih belum kami ketahui,'' tuturnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan, semuanya masih serbamungkin. ''Tapi memang iya, kami mulai condong bahwa ini disebabkan masalah internal keluarga. Hanya apa persisnya, itu yang masih kami selidiki. Masih banyak detail yang belum kami peroleh,'' tegas lulusan Akpol 1994 tersebut. (ano/c7/nw)

Monday, September 5, 2011

Hudson dapat Inspirasi dari Film dan YouTube

Hudson dapat Inspirasi dari Film dan YouTube
KONSEP two face yang dibawa Hudson Prananjaya berhasil membuat dirinya bertahan di babak lima besar Indonesia Mencari Bakat. Kepala pria 31 tahun kelahiran Jogjakarta itu penuh dengan konsep pertunjukan yang menghibur. Seberapa jauh persiapan Hudson untuk memenangi kompetisi?

---

Bagaimana rasanya masuk lima besar?

Senang dan tidak menyangka. Tapi, saya pasrah saja. Ini jalan yang dikasih Tuhan. Dijalani saja. Saya selalu berusaha membuat konsep yang tidak ada resepnya. Dalam arti, kalau ada resepnya berarti bisa diprediksi. Ini justru sebaliknya.

Pernah kehabisan ide?

Syukurlah nggak. Namun, saya selalu meyakinkan diri, tidak pernah ada kata tidak bisa. Memang kadang sebagai manusia ada batasnya ya. Tapi, kreativitas kan sebenarnya tidak berbatas. Yang penting tidak dipaksakan supaya hasilnya tetap maksimal.

Dari mana mendapatkan inspirasi?

Inspirasi itu luas. Bisa dari film, bisa dari YouTube. Buat saya, YouTube itu kantong Doraemon. Semua ada di sana. YouTube bisa jadi referensi untuk mencari konsep.

Seberapa besar keinginan Hudson untuk menang?

Kalau menurut saya, masalah menang atau tidak itu tinggal faktor keberuntungan saja. Lima besar ini semuanya bagus dan kuat. Semuanya mewakili masing-masing. Tinggal masyarakat memilih yang mana. Kami sendiri sudah merasa tidak ada persaingan satu sama lain. Kita sudah sama-sama lelah, sama-sama berjuang.

Katanya, Hudson akan memiliki acara sendiri, Hudson and Jessica Show?

Wah, saya malah belum tahu. Kalau benar, itu tantangan buat saya. Saya pasti akan bekerja sesuai dengan isi hati. Sebab, pada dasarnya saya seniman. Saya tidak mau disebut selebriti.

Kenapa nggak mau jadi selebriti?

Saya mau jadi seniman saja. Lebih sreg. Jadi artis nggak enak, nanti dikejar-kejar. Digosipkan. (jan/c13/ayi)

Sunday, September 4, 2011

Putri Ayu Terus Latih Vokal agar Kemampuannya Terasah

Putri Ayu Terus Latih Vokal agar Kemampuannya Terasah
BERKALI-kali Putri Ayu, 13, berada di urutan tiga terendah Indonesia Mencari Bakat. Perolehan SMS dukungan untuk wakil dari Medan itu tidak sebanyak peserta lainnya. Meski harus melalui jalan berliku, gadis yang berbakat menyanyi seriosa tersebut berhasil masuk lima besar.

''Kali pertama masuk urutan tiga terendah memang membuat aku down. Karena sudah berkali-kali mengalami itu, sekarang saya jadi jauh lebih santai. Malah membuat mental semakin kuat,'' ungkapnya.

Yang bisa dia lakukan untuk bertahan di kompetisi itu adalah terus melatih vokal agar kemampuannya lebih terasah. Dia sadar, meski terdengar prima, dirinya masih memiliki kekurangan, baik dari segi teknis maupun penampilan. ''Aku masih merasa agak kesulitan untuk berekspresi. Kalau sedang menyanyi itu kan banyak sekali yang harus diperhatikan ya. Apalagi, aku menyanyi seriosa,'' lanjut pelajar kelas II SMP St Thomas 1 Medan tersebut.

Sering masuk sebagai peserta dengan perolehan SMS terendah, dia justru menjadi lebih waspada. Pernah, ketika dia diselamatkan oleh juri, Putri memaksimalkan penampilannya pada minggu berikutnya. Setelah itu, perolehan SMS-nya beranjak naik.

"SMS itu kan perolehannya sangat bergantung dengan apa yang kita tampilkan saat itu,'' katanya. Pujian juri tak lagi jadi jaminan untuk bisa menyelamatkan dirinya dari eliminasi. Semuanya bergantung dukungan masyarakat. (jan/c13/ayi)

Saturday, September 3, 2011

KPK Didesak Usut Pemberi Suap


Setelah Tetapkan 26 Politikus sebagai Tersangka

JAKARTA - Setelah menetapkan 26 politikus DPR (periode 1999-2004) sebagai tersangka dalam kasus suap, hingga kemarin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) belum menunjukkan tanda-tanda serius bakal membidik dua orang yang diduga sebagai aktor penting dalam kasus tersebut. Mereka adalah Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun, dan Miranda Swaray Goeltom.

Nunun adalah sosok penting yang diduga memerintah Ahmad Hakim alias Arie Malangjudo untuk menyiapkan cek perjalanan bagi seluruh anggota komisi keuangan dan perbankan DPR (termasuk 26 tersangka itu) yang mendukung Miranda sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia pada 2004 (selengkapnya baca grafis).

Apakah dua nama tersebut akan dibidik KPK? Jika memang akan dibidik, kapan mereka diperiksa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemarin disampaikan kepada Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin. Tapi, jawabannya terkesan mengambang.

''Kami tidak bisa menyimpulkan itu (keterlibatan Nunun dan Miranda). Tapi, semua melihat perkembangan penyidikan yang 26 (tersangka) ini,'' katanya. Hanya itulah jawaban Jasin.

Sebagaimana diberitakan, di antara 26 tersangka tersebut, ada beberapa nama pentolan dari PDIP dan Golkar. Dari PDIP ada nama Panda Nababan dan dari Golkar ada nama Paskah Suzetta (mantan menteri perencanaan pembangunan dan kepala Bappenas).

Sebelum menetapkan 26 tersangka mantan anggota dewan periode 1999-2004 tersebut, lembaga antikorupsi itu menjerat empat orang sebagai pembagi suap. Yakni, Dudhie Makmun Murod, Hamka Yandhu, Udju Djuhaeri, dan Endin Soefihara. Empat politikus itu telah menghadapi sidang vonis.

Namun, selama sidang mereka berlangsung, Nunun yang dijadwalkan hadir sebagai saksi tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan. Alasannya, dia menderita lupa berat dan harus dirawat di Singapura. Berdasar fakta yang terungkap dalam sidang, nama Nunun berkali-kali disebut sejumlah saksi sebagai fasilitator pemberi suap.

Arie Malang Judo, salah seorang saksi yang merupakan mantan bawahan Nunun di PT Wahana Esa Sejati, mengaku bahwa Nunun beberapa kali meminta dirinya memberikan sejumlah cek perjalanan senilai Rp 24 miliar kepada 39 anggota komisi III periode 1999-2004. Uang itu diletakkan dalam beberapa amplop. Arie juga mengaku mendapat telepon dari empat politikus yang ingin mengambil titipan Nunun tersebut.

Namun, ketika ditanya sumber pemberi dana, Arie menyatakan tidak tahu-menahu. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak tahu bahwa sejumlah amplop yang diberikan kepada para anggota dewan tersebut berisi cek perjalanan.

Arie juga menjelaskan bahwa Nunun mengenal baik Miranda Goeltom. Dua perempuan sosialita tersebut pernah bertemu di kantor Miranda, gedung BI, sekitar Agustus 2004.

Karena itu, kesaksian Nunun sangat dibutuhkan. Dia merupakan saksi kunci yang bisa mengungkap sumber dana suap tersebut. Banyak pihak yang berkali-kali mendesak KPK untuk segera menetapkan status Nunun, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW).

Peneliti Hukum ICW Donal Fariz menuturkan, penetapan 26 tersangka baru tersebut harus segera diikuti penetapan status Nunun. ''Sebab, Nunun itu adalah jembatan dengan pemberi cek perjalanan kepada para anggota dewan,'' ujarnya kemarin.

Karena itu, ICW mendesak KPK segera membentuk tim independen untuk memastikan kondisi Nunun yang sebenarnya. Hasil laporan tim independen tersebut, lanjut Donal, harus disampaikan kepada publik secara transparan. ''Setidaknya setelah penetapan 26 tersangka, KPK tetapkan tersangka-tersangka lain,'' tegasnya.

Selain itu, KPK harus menetapkan jangka waktu penyelesaian kasus tersebut. Donal melanjutkan, penetapan 26 tersangka itu merupakan angin segar yang bisa mengembalikan kepercayaan publik pada KPK. ''Ini jangan disia-siakan. KPK harus buktikan dengan bergerak cepat,'' ungkapnya.

Sehari sebelumnya (3/9), Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto menyatakan, sejauh ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait keterlibatan pihak lain, termasuk Nunun Nurbaeti dan Miranda Goeltom.

Pengembangan penyidikan terhadap 26 tersangka tersebut juga diharapkan bisa mengungkap fakta baru terkait si pemberi suap berupa cek perjalanan itu.

''Ada desakan kepada kami agar kami tidak hanya mengusut yang menerima suap, tapi juga yang memberi suap,'' tegas Bibit di gedung KPK saat itu (3/9) seusai bertemu wakil dari Fraksi PDIP.

Pertemuan pimpinan KPK dengan wakil dari FPDIP itu dikritik keras oleh ICW kemarin. Pertemuan secara tertutup tersebut, kata Donal, bisa menimbulkan asumsi negatif terhadap KPK. Sebab, dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan dalam pertemuan tersebut.

''Meski itu hak konstitusional partai, KPK sebaiknya tidak melakukan pertemuan internal dengan pihak yang beperkara,'' katanya.

Pertemuan internal tersebut, ujar dia, bisa berdampak terhadap menurunnya kembali kepercayaan publik. Bahkan, akan timbul prasangka jika ternyata KPK tidak juga menjerat pemberi suap. ''KPK seharusnya waspada pertemuan tersebut bisa menjadi batu sandungan dalam penyelesaian kasus ini,'' imbuhnya. (ken/c5/iro/kum)

Friday, September 2, 2011

VILLA TUSCANA

villa_tuscana.jpg VILLA TUSCANA   
Delightful Tuscan Villa offering a selection of 11 standard single and double rooms, together with luxury executive rooms and honeymoon suites overlooking a magical Tuscan garden complete with water fountain, sculptures and gazebo. The tranquil garden setting is ideal as a photographic  backdrop, or a place to relax and enjoy high tea.

Thursday, September 1, 2011

guest House Details

uest House Details
villa_tuscana.jpg VILLA TUSCANA   
Delightful Tuscan Villa offering a selection of 11 standard single and double rooms, together with luxury executive rooms and honeymoon suites overlooking a magical Tuscan garden complete with water fountain, sculptures and gazebo. The tranquil garden setting is ideal as a photographic  backdrop, or a place to relax and enjoy high tea.
mozaic_frescos_thumb.jpg THE COTTAGE
6 delightfully decorated quaint bedrooms en suite with a  charming lounge and dining room
lala_thai.jpg THE VILLAGE LODGE AND LALA THAI
Two beautifully appointed lodges accessible from Richards Drive directly opposite Gallagher Estate offering 20 bedrooms en suite, swimming pool and tennis court in a garden setting.   An exciting eclectic blend of the Orient, Europe and Africa with three distinct components designed to accommodate a variety of tastes.
village_inn_thumb_2.jpg
THE VILLAGE INN   
Offers21 bedrooms en suite with a European old world façade. Enjoy an enchanting mix of Oriental furnishings and artifacts.

Includes 3 wheelchair friendly rooms and room for a caregiver
pict0034.jpg.jpg
ORCHID HOUSE   
Exquisite Thai inspired guest house with 16 twin bedrooms en-suite. All bathrooms have a shower. 4 Executive Suites with bath plus 1 room with a study.

pict0034.jpg.jpg
LAVENDER MEWS     
Stunning medieval style guest house with 16 twin bedrooms en-suite.

World Class standard accommodation for world cup patrons and media personnel.